Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kirab Hari Santri Nasional di Pati Diikuti Ribuan Warga Lintas Agama



Reporter:    /  @ 16:00:35  /  22 Oktober 2017

    Print       Email

Seorang santri membawa tulisan “Assalamualaikum santri se-Nusantara” saat mengikuti Kirab Hari Santri di Pati, Minggu (22/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti ribuan warga lintas agama. Mereka mulai berjalan dari depan Markas Kodim 0718/Pati di Jalan P Sudirman menuju Alun-alun, Minggu (22/10/2017).

Sebelum kirab berlangsung, tokoh lintas agama membacakan ikrar janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka berjanji bersatu padu tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Ketua Panitia, Jamal Makmur mengatakan, Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari santri, aparat kepolisian dan TNI, Gusdurian, hingga umat nonmuslim.

“Kami ingin memanfaatkan momentum Hari Santri Nasional untuk memperteguh nasionalisme dan patriotisme. Karena itu, Hari Santri di Pati melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat,” ujar Jamal.

Dia mengajak kepada masyarakat untuk menghindari sentimen keagamaan, etnis dan kelompok tertentu. Sebaliknya, semua elemen masyarakat harus bisa memperteguh kebhinekaan dan menegaskan NKRI harga mati.

Kirab sendiri dimeriahkan dengan marching band, rombongan santri, dan barongsai dari Klenteng Hok Tik Bio. Mereka berkolaborasi memeriahkan suasana kirab yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Pati.

Kirab dilanjutkan dengan apel akbar Hari Santri Nasional di Alun-alun Pati dengan inspektur upacara Bupati Pati Haryanto. Dalam sambutannya, Haryanto mengajak kepada semua masyarakat Pati untuk memaknai Hari Santri dengan semangat persatuan dan kesatuan.

“Santri punya peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kita teladani semangatnya untuk mempertahankan NKRI yang sudah diperjuangkan dengan titik darah penghabisan,” kata Haryanto.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →