MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Butuh Biaya Besar, Lembaga Pemantau Pilkada di Jateng Minim

145
Maskot Pilgub Jateng 2018

MuriaNewsCom, Semarang – Keterlibatan masyarakat dalam memantau pelaksanaan pemilu di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir menurun. Hal ini bisa dilihat dari minimnya jumlah lembaga pemantau pemilu yang terlibat dalam pengawasan.

Bahkan menurut anggota KPU RI Wahyu Setiawan, pada pelaksanaan pilkada serentak 2015 dan 2017 lalu, tak ada satu pun lembaga pemantau yang mendaftar secara resmi di KPU.

“Kondisi ini memprihatinkan. Karena tidak ada partisipasi langsung dari masyarakat dalam pemantauan pesta demokrasi tersebut,” katanya.

Mantan komisioner KPU Jateng itu memperkirakan minimnya keterlibatan lembaga pemantau tersebut, karena besarnya biaya yang dikeluarkan sebab ada ketentuan yang mengharuskan ada sumber dana yang jelas serta kemandirian anggaran.

“Mungkin itu yang menyulitkan lembaga pemantau sehingga mereka enggan terlibat memantau pilkada,” ujarnya.

Ia menyebutkan syarat untuk menjadi lembaga pemantau adalah bersikap independen, sumber dana jelas, struktur jelas, dan petugas pemantau jelas. Selain itu, lembaga pemantau pilkada juga harus mendapat akreditasi dari KPU sesuai tingkatan.

“Untuk pilgub ya harus KPU provinsi, jika pilkada kabupaten atau kota, cukup KPU di daerah tersebut,” terangnya.
Ia berharap pada Pilgub Jateng dan pilkada serentak 2018 ada lembaga pemantau yang mendaftar di KPU.

Pihaknya tidak memasang target jumlah lembaga pemantau yang terlibat di Pilgub Jateng 2018, tetapi dirinya mendorong ada organisasi yang berpartisipasi.

“Kita sudah membuka pengumuman terkait lembaga pemantau tersebut, tapi sampai saat ini belum ada yang berkomunikasi dengan KPU,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.