Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sungai Kedung Wuluh Jepara Tercemar Limbah, Timbulkan Gelembung Busa Raksasa



Reporter:    /  @ 12:08:15  /  21 Oktober 2017

    Print       Email

Limbah gelembung yang ada di Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri, Jepara, Sabtu (21/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Sungai Kedung Wuluh, Dukuh Pentongan, Desa Kedungleper, Bangsri, Jepara, tercemar hingga menyebabkan gelembung busa raksasa. Selain menimbulkan gundukan busa, dilaporkan beberapa ikan mati akibat kondisi tersebut.

Kapolsek Bangsri AKP Basiran menyebut, pihaknya telah turun ke lapangan dan mengumpulkan beberapa bukti yang nantinya akan diperiksa oleh petugas kesehatan.

“Kami telah mengumpulkan bukti, namun belum diteliti oleh petugas yang berwenang,” terang Kapolsek Bangsri, Sabtu (21/10/2017). 

Adapun, kejadian bermula pada hari Jumat (20/10/2017). Saat itu ada sebuah truk tronton yang dicuci di Sungai Turut, Dukuh Mbabrik, Desa Jerukwangi, Bangsri, Jepara, pada Jumat pagi. 

Saat hendak dicuci, terdapat sisa muatan mirip gamping, yang kemudian diturunkan dan terbawa aliran sungai. Aliran tersebut kemudian hanyut ke lokasi yang kini menyedot perhatian warga setempat.

“Truk tersebut diketahui dibeli dari Bali, kemudian dipasrahkan kepada orang Kedungleper. Lantas kendaraan itu dicuci. Dari pemantauan di lapangan, beberapa ikan yang ada dialiran sungai tersebut,” kata Basiran. 

Hal tersebut diamini oleh Hambali (41), warga sekitar. Menurutnya, munculnya busa terjadi secara perlahan-lahan.

“Kemarin pagi jam 08.00 pagi saya memanen kacang di sini, airnya putih berbeda dari biasanya jernih. Lalu lama kelamaan, di grojogan (air terjun kecil) mulai muncul busa sedikit demi sedikit lalu menggunung,” ungkapnya.

Hal itu tak pelak menyedot perhatian warga, hingga Jumat malan sampai Sabtu siang gelembung busa itu masih menjadi perhatian warga.  Saat awal kejadian, busa mencapai ketinggian 4-5 meter, namun kini gelembung putih tersebut hanya setinggi 1,5-2 meter.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →