Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pemimpin di Indonesia Harus Muslim? Ini Penjelasan KH Anwar Zahid



Reporter:    /  @ 11:15:45  /  21 Oktober 2017

    Print       Email

KH Anwar Zaid saat mengisi pengajian dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group di Masjid Taqwa, Desa Gondosari, Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid menjawab tentang banyaknya pihak yang menganggap seorang pemimpin di negara ini harus beragama Islam. Padahal Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan agama yang berbeda-beda.

Kiai terkenal dari Bojonegoro ini menyebut, apa agama yang dianut pemimpin di Indonesia bukan hal utama. Yang lebih utama menurut dia, yakni caranya memimpin serta akhlaknya.

Ini dikatakan KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian di Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Gebog, Kudus, dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017).

“Pemerintah itu tak harus berstempel Islam. Ini harus saya sampaikan, karena ada kelompok yang memanfaatkan hal ini dengan memanfaatkan agama,” katanya saat mengisi pengajian.

Menurut dia, ”stempel” Islam pada seorang pemimpin pun tak menjamin ia akan memimpin dengan baik. Begitu sebaliknya, pemimpin nonIslam pun justru bisa memimpin dengan baik seperti yang diajarkan Islam.

”Beberapa hal dimungkinkan terjadi. Tentang seorang pemimpin yang  memiliki stempel Islam namun isinya berbeda. Sedang hal lainya berlaku terbalik, dengan memiki stempel nonIslam namun isinya Islam,” ujarnya.

Kenyataan menyebut, sejumlah negara yang dipimpin nonmuslim justru lebih maju. Ia mencontohkan Hongkong, di mana pemimpinnya mampu menjalankan pemerintahan dengan baik.

“Seperti soal kebersihan, itu dilakukan di sana. Sungai sangat bersih, ikan yang kecil sampai terlihat berenang. Sampah tak ada dan air sangat jernih. Kalàu di sini?,” kata dia.

Hal lainya juga terlihat dari moral. Yang mana saat naik kendaraan umum sangat menghormati yang lebih tua.

Sehingga saat ada orang tua yang naik angkutan umum, anak muda berebut membantu naik dan berebut memberikan tempat duduk. Kondisi seperti ini sudah sangat jarang ditemui di Indonesia.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →