Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pembahasan UMK Jepara Masih Menunggu Data Inflasi 



Reporter:    /  @ 13:30:53  /  20 Oktober 2017

    Print       Email

Sejumlah pekerja menyelesaikan pekerjaannya di salah satu pabrik di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara untuk tahun 2018 masih menunggu data terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi resmi dari Pemprov Jawa Tengah.

Selain itu, karena anggota Dewan Pengupahan (Apindo, Serikat Pekerja) banyak yang pensiun, maka pihaknya harus melakukan pengusulan kepada bupati terlebih dahulu. 

“Senin (23/10/2017) kami akan mengajugak daftar nama baru pengisi Dewan Pengupahan Jepara kepada bupati, untuk segera disahkan,” kata Edy Wijayanto Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi, UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jumat (20/10/2017) siang. 

Dengan demikian, pembahasan terkait besaran UMK 2018 dimungkian terjadi pada awal bulan November. Meskipun mengaku tenggat waktunya terlalu mepet, namun hal itu tidak menjadi persoalan karena mekanisme yang digunakan adalah sesuai dengan PP 78/2015. 

Ia berharap, penetapan angka UMK 2018 bisa disetujui oleh pihak-pihak yang berkait, sehingga bisa segera diajukan ke meja Gubernur Jateng. 

Perlu diketahui besaran UMK Jepara pada tahun 2017 adalah sebesar Rp 1.600.000 dari sebelumnya Rp 1.350.000. Dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah Jepara mengalami kenaikan upah tertinggi dari tahun sebelumnya yakni  sekitar 18 persen. 

Dengan menerapkan skema pengupahan berdasarkan PP 78/2015 maka kenaikan upah buruh satu di antaranya dipengaruhi oleh nilai inflasi dan pertumbuhan produk domestik bruto. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →