Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan



Reporter:    /  @ 19:25:51  /  19 Oktober 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melangsungkan sidak di SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kamis (19/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSidak gedung sekolah rusak dilangsungkan Bupati Grobogan Sri Sumarni selama seharian, Kamis (19/10/2017). Dari pagi hingga siang, ada beberapa sekolahan yang dikunjungi untuk melihat seberapa parah kondisi sesungguhnya.

Setelah meninjau kondisi SDN 05 Sembungharjo, sidak berlanjut ke SDN 01 Tuko, Kecamatan Pulokulon. Di lokasi ini, ada satu ruang kelas yang kondisinya membahayakan karena kayu atap lapuk.

Selanjutnya, sidak dilanjutkan ke SDN 02 Tlogotirto, Kecamatan Gabus. Pada sekolahan ini, ada satu ruang kelas yang sudah tidak difungsikan karena tembok bangunan sudah jebol. Saat ini, ruangan yang sudah tidak beratap itu digunakan untuk kantin.

Saat meninjau SDN 01 Kalisari, Kecamatan Kradenan juga terdapat bangunan yang kondisinya mengenaskan. Yakni, ada tiga ruang kelas berdinding papan yang perlu perbaikan segera.

Selain kayunya sudah banyak yang lapuk, sebagian genting ruangan sudah tidak ada. Kondisi ini menyebabkan ruangan tidak bisa dipakai ketika hujan turun karena air masuk dalam ruangan. Dari tiga ruang yang rusak, ada satu ruangan yang tidak difungsikan karena kondisinya membahayakan.

“Kalau hujan, airnya pada masuk. Jadi, kegiatan belajar jadi terganggu,” kata beberapa guru.

Satu lagi sekolah yang disinggahi adalah SDN 03 Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari. Pada sekolahan ini, ada dua ruang kelas beratap seng yang perlu mendapat penanganan. Sebab, kondisi bangunan sudah agak miring dan sebagian kayunya lapuk dimakan usia.

“Kondisi kerusakan pada tiap sekolahan berbeda. Tapi yang pasti sama-sama mengkhawatirkan dan butuh penanganan segera,” cetus Sri Sumarni.

Terkait dengan kondisi itu, Sri Sumarni meminta agar Dinas Pendidikan agar pendataan yang dilakukan benar-benar akurat. Ia juga meminta agar jangan ada sekolah rusak yang kelewatan masuk dalam data base.

“Dalam waktu dekat, saya akan segera mengajukan bantuan ke provinsi dan pusat untuk perbaikan sekolah rusak. Makanya, jangan sampai ada yang kelewatan datanya,” tegas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Menurutnya, dari pendataan terbaru yang dilakukan Dinas Pendidikan Grobogan, masih ada 219 ruang kelas yang rusak parah. Dari jumlah ini, sebagian sudah dapat alokasi perbaikan pada tahun 2018.

Sisanya sebanyak 147 ruang kelas rusak belum mendapatkan alokasi anggaran. Ruang kelas rusak parah sebanyak ini tersebar di 50 SD.

“147 ruang kelas rusak parah inilah yang masih harus dapat perhatian serius. Saya minta agar data ini dicek ulang untuk memastikan gedung sekolah rusak sudah masuk semuanya,” cetusnya.

Untuk mengalokasikan anggaran perbaikan 147 ruang kelas rusak pada tahun 2018 sudah tidak memungkinkan. Soalnya, APBD 2018 sudah ditetapkan beberapa bulan lalu sebelum ada pendataan ulang tersebut. Solusi tercepat adalah minta bantuan ke pusat dan provinsi.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →