Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Gelar Operasi Sikat Candi, Sembilan Bandit Digulung Satreskrim Jepara 



Reporter:    /  @ 15:00:31  /  17 Oktober 2017

    Print       Email

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho, bersama Kasatreskrim AKP Suharta saat melakukan konferensi pers di Mapolres, Selasa (17/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Reserse Kriminal Polres Jepara mencokok sembilan bandit selama operasi Sikat Candi 2017. Mereka terbukti mencuri handphone, sertifikat tanah kendaraan bermotor roda dua dan roda empat serta satu di antaranya adalah pelaku pencurian burung murai batu.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, dalam rentang 20 hari (25 September-14 Oktober 2017), anggotanya berhasil menangkap para pencuri tersebut. Di antara sembilan tersangka, tiga diantaranya merupakan target operasi yang dibidik oleh Reskrim Jepara.   

“Tiga di antaranya adalah TO (Target Operasi).  Pelaku sebagian besar berasal dari Jepara namun adapula dua orang yang berasal dari Kudus dan Pati,” jelasnya kepada pewarta. 

Karena itu, ia meminta masyarakat berhati-hati dan waspada dalam menjaga harta benda milik pribadi. Hal itu karena pencuri acap kali memanfaatkan kelengahan si empunya barang.

“Kita imbau seluruh masyarakat menjadi polisi bagi kita sendiri. Karena seorang tersangka pencuri burung murai batu jendela rumah terbuka, sehingga pelaku yang merupakan pekerja bangunan bisa masuk leluasa. Keamanan dari kita sendiri dan lingkungan perlu ditingkatkan,” tambahnya. 

Adapun kesembilan tersangka tersebut adalah, Anin Naim (23) pencuri motor Vario di Pecangaan Kulon, Moh Aris (34) pencuri handphone di Masjid Agung Jepara, Masrukhin (41) pencuri Pick Up di Desa Banyuputih, Saiful (21) pencuri motor di Pantai Bandengan, Mahfud (44) pencuri motor di Desa Kaligarang, Abdul Rohman (25) pencuri motor di Batealit, Pairan (66) dan Darwoto (53) pencuri sertipikat di Desa Cepogo, serta Robayasa (41) pencuri burung di Batealit.

Mereka terancam hukuman maksimal 7 tahun karena melanggar pasal 363 dan adapula yang melanggar pasal 365 KUHP. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →