Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Pemprov Jateng Unggul Soal Keterbukaan Informasi Publik



   /  @ 11:12:07  /  17 Oktober 2017

    Print       Email

Website Pemprov Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Kota Semarang menyebut, keterbukaan informasi publik Pemprov Jateng jauh lebih unggul dibandingkan kabupaten/kota bahkan provinsi lain.

Hal itu seperti yang tersaji melalui website milik Pemprov Jateng serta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada dalam satu portal yang bisa dilihat dan diunduh oleh masyarakat. 

Direktur Pattiro Kota Semarang, Widi Nugroho mengatakan, kriteria penilaian tentang keterbukaan informasi publik tersebut sudah sangat jelas.

Utamanya mengenai kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang layanan prosedur yang diselenggarakan Pemprov Jateng. Hal itu dimulai dari dasar standar operasional prosedur (SOP) pelayanan, lamanya pelayanan dan sejumlah hal lain yang terkait.

“Artinya standar layanan informasi yang dilakukan pemprov ini sudah dangat bagus. Informasi yang diberikan lengkap dan pemprov juga selalu mengunggah data-data baru. Dibanding daerah lain, jelas Jateng menjadi leading,” ujarnya.

Dari data di Komisi Informasi Publik, Setda Pemprov Jateng memiliki poin cukup tinggi. Padahal di awal tahun terjadi perombakan dan penyesuaian struktur organisasi tata kerja (SOTK).

SOTK itu berdampak pada formasi baru di jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Biro Umum yang menangani hubungan masyarakat (Humas). “Jadi dengan begitu ini pergerakannya sangat cepat,” tandasnya.

Open data, ungkapnya menjadi satu hal yang patut diacungi jempol dan membuat keterbukaan informasi publik Pemprov Jateng menjadi yang terdepan. Informasi dari biro dan dinas di lingkungan Pemprov Jateng bisa diakses hanya dari satu portal.

Hal inilah ungkapnya yang membedakan dengan daerah lain, di mana pada daerah lain semua masih terpencar.

“Yang milik Pemprov Jateng ini terpusat, di portal open data itu semua bisa melihat, bisa mengunduh apa yang dibutuhkan. Dan menurut saya inilah transparansi,” terangnya. 

Meski begitu ungkap Widi, terdapat sejumlah hal yang patut diperhatikan untuk melengkapi keterbukaan informasi publik tersebut. Antara lain dengan membuat roadmap sehingga informasi yang diberikan bisa bertahap dan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan adanya roadmap, kata Widi, pertanyaan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengenai korelatif keterbukaan publik dengan perbaikan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat, akan terjawab.

“Penyusunan roadmap ini memang butuh pendampingan dari komisi informasi,” tambahnya. 

Sementara itu, Asisten Komisioner KIP Jateng, Nuraini Dewi mengatakan saat ini KIP Jateng tengah menilai visitasi keterbukaan informasi publik Setda Pemprov Jateng. Hal itu merupakan bagian dari penilaian KIP Award yang bakal digelar November mendatang.

Ia mengatakan, setiap tahunnya sejak 2013, pihaknya selalu melakukan pemeringkatan Keterbukaan informasi publik untuk semua pemerintah daerah.

“Kami akan memberikan penghargaan bagi pemerintah daerah yang paling informatif. Kami juga akan mengumumkan mana yang masuk dalam golongan informatif, cukup informatif, menuju informatif, dan tidak informatif,” jelasnya.

Visitasi dilakukan pada lembaga dengan skor lebih dari 60 poin keterbukaan informasi saja. Di Jateng sendiri terdapat 27 SKPD dan 17 pemkab/pemkot. “Tim penilainya terdiri dari 5 unsur. Yakni KIP, Pattiro, LP2KN, KP2KKN, dan satu lagi juga LSM,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →