Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Kejati  >  Artikel ini

BFI Semarang Digugat Rp 1,17 Miliar Karena Diduga Bobol Mobil Nasabah Penunggak Angsuran



   /  @ 15:54:28  /  16 Oktober 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang warga Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, bernama Syahroni memperkarakan sebuah perusahaan lising PT BFI Cabang Semarang, ke pengadikan.

Perusahaan lising itu diduga melakukan pembobolan terhadap mobil Honda Brio miliknya yang ditahan perusahaan tersebut karena menunggak angsuran.

Syahroni mengaku kehilangan sejumlah barang berharga di dalam mobil berpelat nomor K 8981 WC tersebut. Sejumlah barang yang hilang di antaranya perhiasan, jam tangan, surat-surat penting, dan sejumlah barang lain.

Sidang perdana kasus ini digelar Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (16/10/2017). Namun dalam sidang yang dipimpim Hakim Ketua Antonius itu, pihak PT BFI Finace tidak hadir.

Dikutip dari Antarajateng.com, pengacara penggugat, Musyafak Kasto menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Menurut dia, kasus ini bermula saat penggugat mengurus keterlambatan pembayaran angsuran pembelian mobil Honda Brio miliknya.

“Penggugat membeli mobil secara kredit melalui BFI Finance dengan jangka waktu 36 kali pembayaran. Penggugat sudah 17 kali menganggsur, namun ada keterlambatan tiga kali,” katanya.

Saat mengurus keterlambatan angsuran di kantor BFI Finance di Semarang, kata dia, mobil milik penggugat ditahan oleh pihak lising. Penggugat akhirnya pulang, sementara mobilnya ditinggal di halaman kantor BFI.

Penggugat kemudian kembali mendatangi kantor tersebut untuk menyelesaikan kewajibannya. Namun ternyata pintu mobil tersebut dalam kondisi terbuka dan diduga telah dibuka secara paksa.

Saat diperiksa, sejumlah barang berharga di dalam mobilnya raib. Dari sini penggugat kemudian mempersoalkan kasus ini ke ranah ranah hukum.

Penggugat menuntut ganti rugi materiil dan imateriil sebesar Rp 1,17 miliar atas kerusakan serta ganti sewa mobil selama mobil tersebut ditahan oleh tergugat. Selain ganti rugi, penggugat juga meminta pengadilan mencabut operasional BFI Finance Cabang Semarang itu.

Dalam perkara itu, penggugat juga melaporkan perkara itu secara pidana ke polisi. “Kami laporkan dugaan pasal 363 KUHP tentang Pencurian yang dialami oleh penggugat,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →