Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Crane Hotel di Solo Ambruk Timpa Rumah Ketua RT, Penghuni Lari Tunggang Langgang



   /  @ 11:41:13  /  16 Oktober 2017

    Print       Email

Crane pembangunan Hotel Swiss Bell di Solo ambruk dan menimpa rumah ketua RT setempat. (Foto : detik.com)

MuriaNewsCom, Solo – Crane untuk pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor RT 002 /RW 006, Gilingan, Banjarsari, Solo, Senin (16/9/2017), pagi ambruk. Crane milik PT Surya Buana Perkasa (SBP) itu menimpa rumah ketua RT setempat, Benny Suardi (65).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Alat berat untuk memindah material itu ambruk menimpa bagian dapur rumah tersebut. Pada saat kejadian ada tiga orang tengah memasak di dalam dapur.

Alhasil mereka langsung tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tiga karyawan saya yang sedang memasak sayur langsung melarikan diri. Kalau tidak lari kemungkinan akan menjadi korban,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, pada jam-jam itu karyawannya memang biasa masak untuk usaha warung. Beruntung saat crane ambruk, mereka berhasil menyelamatkan diri.

Suarsdi menyebut, ia mendapat laporan warga yang menyebut sejak tiga hari lalu crane itu sudah terlihat miring. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kontraktor agar segera diperbaiki.

“Namun, tidak ditindaklanjuti kontraktor hingga akhirnya crane ambruk pada Senin pagi menimpa rumah,” ujarnya.

Baca : Hotel Lorin Solo Terbakar, Tamu Hotel Berlarian Keluar

Kepala Keamanan pembangunan Hotel Swiss Bell, Ayub Purwanto, membenarkan ada crane milik kontraktor ambruk mengenai rumah warga. Crane ambruk akibat tanah longsor di bagian bawah tiang.

“Kami siap memperbaiki rumah warga yang rusak akibat tertimpa crane yang ambruk. Sebenarnya pihak kontraktor akan memperbaiki crane yang miring akibat tanah longsor. Namun, crane sudah keburu ambruk duluan,” katanya dikutip dari solopos.com.

Ia menjelaskan pembangunan hotel saat ini baru tahap membangun basement. Hotel rencanaya akan dibangun 20 lantai. Setiap hari ada sebanyak 40 orang yang bekerja dari pagi sampai malam.

“Kami menghentikan sementara pekerjaan sampai batas waktu tidak ditemtukan setelah kejadian crane ambruk. Kasus ini ditangani Polsek Banjarsari,” kata Ayub.

Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana mengatakan. lokasi pembangunan hotel diberikan garis polisi setelah kejadian. Dia menambahkan empat pekerja diminta keterangan terkait musibah itu.

Usai kejadian itu pagar-pagar proyek tersebut telah digaris polisi. Tidak tampak aktivitas apapun di dalam proyek itu.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →