Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

57 Anggota Panwas Kecamatan di Grobogan Dilantik



Reporter:    /  @ 18:45:31  /  14 Oktober 2017

    Print       Email

Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama melantik 57 orang menjadi anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam), Sabtu (14/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSebanyak 57 orang dilantik menjadi anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam), Sabtu (14/10/2017). Acara pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama.

Sejumlah pejabat hadir dalam kesempatan tersebut. Antara lain, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Ketua DPRD Agus Siswanto dan perwakilan FKPD serta Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif. Acara pelantikan dihadiri pula para camat dan perwakilan partai politik.

Menurut Agus Purnama, panwascam tidak hanya bertugas dalam Pilgub 2018. Tetapi masa kerjanya diperpanjang hingga pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019.

Mereka yang terpilih sebagai anggota panwascam sudah dijaring melalui seleksi yang cukup ketat. Mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis hingga wawancara. Sehingga diharapkan, mereka yang terpilih tersebut punya kredibilitas yang cukup baik dan dinilai bisa mengemban tugas dengan maksimal.

“Seleksi panwascam ini kita lakukan cukup ketat. Dalam tahap seleksi administrasi terpaksa ada yang kita coret karena tidak memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni berharap agar anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di semua tingkatan harus bersikap netral. Selain itu, anggota panwaslu juga diharapkan bisa bersikap adil dan tidak diskriminatif jika menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

“Tugas Panwaslu adalah mengawal tahapan Pemilu sesuai perundangan yang berlaku dan memberlakukan secara adil, netral dan tidak berlaku diskriminatif. Sebab, posisi panwaslu dalam pemilu adalah sebagai wasit,” cetusnya.

Menurut Sri, posisi Panwaslu terutama di tingkat kecamatan saat ini sangat penting. Hal ini terkait dengan banyaknya jumlah Parpol peserta Pemilu, Caleg dan calon anggota DPD. Kondisi itu dinilai rawan terjadinya konflik.

“Konflik ini tidak hanya antar parpol namun juga bisa antar Caleg. Oleh sebab itu, bersikap adil, netral dan tidak diskriminatif harus dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik itu,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →