Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Keberhasilan Poktan Kedelai dari Desa Nambuhan Jadi Juara Nasional Bikin Bupati Grobogan Sumringah



Reporter:    /  @ 16:52:58  /  14 Oktober 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Ketua Poktan Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan Darwoto usai menerima penghargaan tingkat Provinsi Jateng, bulan Agustus lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan meraih satu prestasi tingkat nasional dalam bidang pertanian. Yakni, keberhasilan kelompok tani (Poktan) Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi yang baru saja dinobatkan jadi juara nasional dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas kedelai. Sebelumnya, poktan ini sudah meraih juara tingkat provinsi sehingga mewakili Jateng maju dalam lomba tingkat nasional.

“Kita baru saja dapat kabar kalau kelompok tani dari Desa Nambuhan ditetapkan jadi juara nasional. Ini tentunya sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Soalnya, tidak gampang bisa meraih juara nasional karena saingannya banyak dan penilaiannya juga cukup ketat,” cetus Bupati Grobogan Sri Sumarni saat bertemu wartawan, Sabtu (14/10/2017).

Prestasi Poktan Ngudi Rejeki itu dirasa sangat membanggakan dan datang pada momen yang tepat. Yakni, bersamaan dengan dipilihnya Kabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra kedelai nasional yang dilakukan pihak Kementerian Pertanian.

Menurutnya, pemerintah manargetkan swasembada kedelai tahun 2018 nanti. Untuk mendukung program ini, salah satu upayanya adalah memperluas areal tanam kedelai diberbagai wilayah. Termasuk di Grobogan yang akan menanam kedelai hingga 100 ribu hektar.

“Kita dukung penuh upaya swasembada kedelai ini. Tahun ini, areal kedelai kita luasannya tambah 5 kali lipat dari sebelumnya,” tegasnya.

Sri menegaskan, upaya pencapaian swasembada kedelai, membutuhkan komitmen dan kontribusi dari semua pihak terkait, mulai dari hulu sampai hilir. 

Selain itu, upaya swasembada juga butuh dukungan penuh dari pemerintah untuk mengatasi anjloknya harga kedelai yang sering dikeluhkan petani. Salah satunya, adalah mengupayakan pelaksanaan regulasi Harga Pembelian Pemerintah mengacu pada Permendag 27/M-DAG/PER/5/2017 sebesar Rp 8.500 per kg.

Sementara itu, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto juga mengapresiasi keberhasilan (Poktan) Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan yang meraih juara nasional tersebut. Disisi lain, keberhasilan ini bisa menambah semangat dalam upaya mendukung target swasembada kedelai yang dicanangkan pemerintah.

Meski demikian, ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan target tersebut. Yakni, harga panen kedelai harus menguntungkan petani.

“Kalau harga panen kurang menguntungkan maka dikhawatirkan petani kapok nanam kedelai lagi. Minimal, harganya harus mengacu pada Permendag 27/M-DAG/PER/5/2017 sebesar Rp 8.500 per kg. Jadi dalam hal ini prinsipnya semua instansi terkait harus bisa bersinergi sehingga target swasembada tercapai dan petani dapat untung,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →