Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Warga Pulokulon Grobogan Harapkan Pembangunan Jembatan Gantung



Reporter:    /  @ 10:00:09  /  14 Oktober 2017

    Print       Email

Warga Pulokulon, Grobogan melintas di atas jembatan berbahan dasar bambu yang dibuat salah satu warga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pembuatan jembatan penyeberangan sederhana melintasi sungai Lusi yang diprakarsai Mbah Marno mendapat apresiasi dari banyak orang. Soalnya, banyak warga yang merasa sangat terbantu dengan adanya jembatan bamboo sepanjang 25 meter tersebut.

Meski konstruksinya sangat sederhana, namun adanya jembatan itu bisa menghemat waktu. Yakni, bagi warga dari Kecamatan Pulokulon yang akan melakukan aktivitas ke Kecamatan Wirosari atau sebaliknya.

Tanpa melewati jembatan itu, warga harus memutar arah lewat jalur yang ada jembatan permanen melintasi sungai Lusi. Kalau memilih lewat jalur itu butuh tambahan waktu sampai 30 menit.

“Kalau lewat jembatan ini bisa potong kompas. Waku tempuh menuju Wirosari jadi dekat. Terus terang, saya sangat salut dengan kreatifitas Mbah Marno untuk bikin jembatan ini. Jembatannya memang sedehana tapi manfaatnya luar biasa,” kata Humas Kwarran Pulokulon Andi Patria yang menemani wartawan ke lokasi penyeberangan unik tersebut, Jumat (13/10/2017).

Baca: Mbah Marno, Warga Pulokulon Grobogan Pemilik Jembatan Antarkecamatan

Meski terbantu dengan hasil karya Mbah Marno, namun warga berharap agar dilokasi tersebut dibangunkan jembatan gantung. Harapan ini dilontarkan karena jalur tersebut memang dinilai sangat strategis dan menjadi akses terdekat antar kecamatan.

“Jalur ini memang sangat strategis dan jadi pilihan warga. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pengguna jembatan tiap hari. Baik yang pakai motor, sepeda atau jalan kaki. Ada ratusan orang yang memanfaatkan dan kebanyakan adalah warga Pulokulon yang jadi karyawan pabrik di Wirosari dan anak sekolah,” kata Mbah Marno, pemilik jembatan penyeberangan tersebut.

Padatnya arus kendaraan yang melewati jembatan itu memang masuk akal. Soalnya, jembatan itu menjadi akses alternatif antar kecamatan. Yakni, Kecamatan Pulokulon dan Wirosari.

Pada sisi selatan jembatan masuk wilayah Dusun Pelem, Desa/Kecamatan Pulokulon. Sedangkan diseberang sungai masuk wilayah Dusun Bugel, Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari.

Jika nantinya dibangun jembatan gantung, Mbah Marno tidak merasa keberatan meski sumber mata pencahariannya bisa terancam. Bahkan, pria 64 tahun itu malah menyatakan dukungannya.

“Kalau dibangun jembatan gantung disisni saya rasa malah bagus. Jadi, makin banyak yang bisa memanfaatkan. Dari penilaian saya, dititik ini paling pas dibangun jembatan gantung,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →