Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Diamuk Si Jago Merah, Rumah Warga Ngraji Grobogan Ludes



Reporter:    /  @ 07:26:55  /  14 Oktober 2017

    Print       Email

Puluhan warga Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi membantu pemadaman api yang membakar rumah Sarjono, Jumat (13/10/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah beberapa pekan reda, musibah kebakaran kembali terjadi di Grobogan, Jumat (13/10/2017) malam. Sebuah rumah milik Sarjono (50), warga Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi ludes akibat amukan si jago merah yang berkobar sekitar pukul 22.30 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun kebakaran di wilayah RT 07, RW 02 itu mengakibatkan kerugian material hinga ratusan juta.

Satu rumah dari bahan campuran tembok dan kayu jati berukuran 8 x 12 meter berikut barang berharga yang ada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan. Termasuk didalamnya ada seekor sapi dan sepeda motor Vario.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum api berkobar, warga sempat mendengar suara ledakan. Kemungkinan suara yang terdengar ini disebabkan hubungan arus pendek listrik.

Beberapa saat setelah terdengar letusan, warga yang mengobrol disekitar tempat itu segera mendatangi rumah korban. Saat itu, warga melihat ada kobaran api dari rumah bagian belakang yang dalam waktu singkat langsung membesar karena hembusan angin kencang.

“Saya sempat mendengar suara ledakan dan tidak lama kemudian rumah itu kebakaran,” kata Sobariyah (49), salah seorang warga setempat.

Melihat ada kebakaran, puluhan warga  berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya pemadaman ini tidak berhasil karena hembusan angin kencang dan tebatasnya persediaan air. Amukan api berhasil dipadamkan setelah regu damkar tiba di lokasi kejadian.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, asal mula api dari rumah bagian belakang yang digunakan untuk kandang sapi. Dari pemeriksaan di lokasi, kebakaran diduga disebabkan hubungan arus pendek listrik.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material diperkirakan Rp 150 juta,” katanya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →