Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Berantas Peredaran Uang Palsu di Pati, Kapolsek Sukolilo Ini Nyamar Jadi Pembeli Upal dan Kehilangan Rp 2 Juta



Reporter:    /  @ 09:16:15  /  14 Oktober 2017

    Print       Email

Jajaran Polsek Sukolilo berhasil membekuk dua pelaku pengedar uang palsu yang beroperasi di kawasan Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono harus kehilangan uangnya senilai Rp 2 juta untuk menjebak pengedar uang palsu yang beroperasi di wilayah Sukolilo, Pati.

Dia bersama anggota juga harus menyamar sebagai warga biasa, sebelum akhirnya bisa membekuk dua orang pengedar uang palsu. Dua pengedar uang palsu asal Maitan, Tambakromo dan Japah, Blora itu dibekuk di kawasan Grobogan.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat. Kami lantas menindaklanjuti dengan mencari barang bukti. Kami akhirnya memutuskan untuk menyamar untuk membekuk pelaku,” ungkap Iptu Supri, Sabtu (14/10/2017).

Baca: Edarkan Uang Palsu, Warga Pati dan Blora Diciduk Polisi

Saat itu, dia bersama anggotanya pura-pura menukarkan uang asli dengan uang palsu senilai Rp 2 juta. Ada dua pelaku yang berperan sebagai penerima uang asli dan pemberi uang palsu.

Setelah uang senilai Rp 2 juta itu diserahkan, pelaku kabur menggunakan motor Sport berkecepatan tinggi. Sementara satu rekannya berperan memberikan uang palsu kepada anggota polisi yang menyamar.

“Penerima uang asli kabur, kami kejar tidak tertangkap akhirnya kami bekuk pelaku yang berperan sebagai pemberi uang palsu. Akibatnya, kami harus kehilangan uang Rp 2 juta. Itu tidak masalah karena demi warga Sukolilo yang menjadi sasaran peredaran uang palsu,” jelasnya.

Baca: CBR Hantam Truk Dam di Bumiayu Pati

Uang palsu yang diedarkan pelaku merupakan jenis KW 1 yang sangat mirip dengan uang asli. Bahkan, uang itu sepintas sama dengan uang asli bila tidak dicermati dengan seksama.

Uang palsu yang diamankan polisi berupa pecahan Rp 100 ribu sebanyak 50 lembar. Rencananya, uang palsu itu akan dilakukan uji laboratorium Polda Jawa Tengah.

Pihaknya mengimbau kepada warga Sukolilo untuk berhati-hati saat bertransaksi dengan seseorang. Pasalnya, pengedar uang palsu menyasar ke pasar-pasar tradisional di mana orang bertransaksi tanpa menggunakan mesin detektor.

Editor:Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →