Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tanggul Longsor, Belasan Rumah Warga Pulokulon Grobogan Terancam Ambles ke Sungai Lusi



Reporter:    /  @ 17:45:59  /  13 Oktober 2017

    Print       Email

Akibat tanggul longsor, belasan rumah warga Dusun Pelem, Desa/Kecamatan Pulokulon terancam ambrol ke sungai Lusi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga yang tinggal di Dusun Pelem, Desa/Kecamatan Pulokulon berharap agar segera ada penanganan tanggul sungai Lusi yang longsor. Hal itu dikemukakan karena longsornya tanggul sudah mengancam belasan rumah yang ada dibantaran sungai.

“Dari pendataan beberapa waktu lalu, total ada 14 rumah yang terancam longsor. Masing-masing ada 5 rumah warga RT 02 dan rumah lainnya di RT 05,” kata Ketua RT 02, RW 05 Dusun Pelem Kharoikil As’ari, Jumat (13/10/2017).

Dari pantauan di lokasi, tanggul yang longsor sudah dekat dengan beberapa bangunan rumah warga di bagian belakang. Bahkan, tanggul longsor sudah sempat merobohkan satu rumah milik Rusdi. Beruntung, saat kejadian, penghuni rumah sudah mengungsi ke rumah familinya.

“Rumah saya dibagian belakang roboh sekitar bulan Maret lalu saat sungai penuh air. Kejadiannya pas tengah malam. Waktu itu, saya sudah tidak dirumah karena ketakutan,” kata Suwarti, istri Rusdi.

Tanggul yang longsor itu posisinya berada pada tikungan sungai. Dengan kondisi ini, tanggul memang rawan longsor ketika arus sungai mengalir deras.

Warga berharap, tanggul yang longsor akibat bencana itu segera mendapatkan penanganan. Sebelum ditangani, warga yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai selalu dihantui ketakutan. Terutama, saat ada hujan deras.

Untuk pencegahan, warga menimbul tanggul yang longsor dengan tebon atau batang tanaman jagung. Selain itu, warga juga menancapkan puluhan batangan bambu di lokasi longsor.

“Penanganan ini sifatnya darurat saja. Harusnya memang pakai alat berat dan dikasih pondasi batu yang ditutup kawat atau bronjong. Bencana ini sudah dilaporkan pada instansi terkait. Katanya, akan segera ditangani,” kata beberapa warga lainnya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →