Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Cara Ganjar Jamin Warga dan Siswa Miskin di Jateng Bisa Tersenyum



   /  @ 15:15:12  /  13 Oktober 2017

    Print       Email

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan Kartu Jateng Sejahtera (KJS) secara simbolis, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah warga miskin di Provinsi Jawa Tengah masih sangat sangat tinggi, mencapai 4,4 juta orang, atau 13,01 persen dari total penduduk di provinsi ini.

Pemerintah pusat terus menggulirkan berbagai program untuk menekan angka kemiskinan, dan meringankan beban warga miskin. Namun masih ada puluhan ribu warga miskin di Jateng yang luput dari perhatian.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, puluhan ribu warga tersebut belum mendapat bantuan pemerintah. Baik dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, beras rakyat sejahtera, Jamkesmas dan bantuan-bantuan lainnya.

“Ini dampak dari sistem pendataan yang belum baik. Padahal mereka ini justru yang sangat membutuhkan, karena tidak punya sumber pendapatan atau sakit keras misalnya,” kata Ganjar di Kantor Gubernur Jateng, Jumat (13/10/2017).

Untuk mengakomodasi persoalan ini, Ganjar membuat program Kartu Jateng Sejahtera (KJS). Pemilik kartu ini akan mendapat bantuan sebesar Rp 250.000 tiap bulan yang diberikan dua kali dalam setahun.

“Ada sekitar 13 ribu lebih warga Jateng yang butuh bantuan khusus, karena belum terkaver bantuan apapun. Sehingga harapannya mereka yang membutuhkan ini secara konstitusional, mereka berhak mendapatkan jaminan itu. Pasal 34 UUD 1945 sudah sangat jelas menyebutkan dan ini kita wujudkan,” ujarnya.

Tahun ini, Ganjar membagikan 12.764 KJS. Tahun 2016 lalu, KJS yang berasal dari dana CSR Bank Jateng ini juga diberikan untuk 12.764 warga.

“Alokasi KJS tahun 2017 dialokasikan dalam APBD 2017 melalui Bansos di belanja tidak langsung sebesar Rp 38,29 miliar bagi 12.764 penerima, perorang memeroleh Rp 250.000 per bulan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Provinsi Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko.

Baca : Penghasilan Warga Miskin di Jateng Rata-rata Rp 333 Ribu Per Bulan

Untuk mendukung pendidikan, Ganjar juga membuat program bantuan siswa miskin (BSM). Bantuan ini untuk mendukung pengeluaran biaya personal siswa dari keluarga kurang mampu jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus (SMA/SMK/SLB). 

“Penerimanya, bukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP), yaitu siswa dari keluarga kurang mampu dibuktikan dengan Surat Keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan,” kata Sudjarwanto.

Ia menyebutkan, pada 2013 dialokasikan untuk sejumlah 14.150 siswa, tahun 2014 pada 16.045 siswa, tahun 2015 ada 16.244 siswa, tahun 2016 ada 24.792 siswa, tahun 2017 ada 10.000 siswa. Dari tahun 2013 hingga 2017, total penerimanya sejumlah 81.231 siswa, anggarannya mencapai Rp 81.231.000.000.

Sedangkan untuk jaminan kesehatan bagi masyarakat, di tahun 2015 terdapat 165.929 jiwa, tahun 2016 sejumlah 165.929, dan tahun 2017 ini ditarget 327.000 jiwa sementara hingga Maret 2017 telah tercapai 200.634 jiwa.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →