Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Brimob yang Tembak Mati 2 Rekannya Lalu Bunuh Diri di Blora Ternyata Bermotif Utang



   /  @ 13:57:55  /  13 Oktober 2017

    Print       Email

Kondisi tiga anggota Brimob yang tewas setelah baku tembak di Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Kasus penembakan sesama brimob hingga menewaskan tiga anggota saat pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB lalu, mulai mendapat titik terang.

Motif yang simpang siur di masyarakat bahkan sudah terjawab. Ini menyusul statemen Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan motif penembakan terhadap sesama personel Brimob itu adalah masalah utang.

“Untuk sementara motif pribadi. Masalah stres karena utang,” kata Tito Pernyataan tersebut diungkapkan dalam rapat kerja bersama dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017) seperti dikutip tempo.co.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Tito juga menegaskan soal teknis penggunaan senjata api untuk anggota Polri diatur dalam aturan internal yang sangat ketat.

Tak hanya itu, peraturan Kapolri juga mengatur pertanggungjawaban hingga laporan penggunaan senjata api sangat ketat. Karenanya, jika masih ditemukan pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi yang keras.

“Kami hanya berharap insiden tidak membuat publik mengeneralisir soal perilaku anggota Polri keseluruhan, karena di lingkungan Polri ada ribuan yang menggunakan senjata dan tidak ada masalah selama ini. Hanya satu oknum yang melanggar,” tegas Tito seperti dilansir tribunnews.com.

Baca: Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Sebelumnya, Selasa (10/10/2017), terjadi penembakan  personel Brimob di daerah penambangan minyak dan gas Sarana Gas Trembul (SGT01), Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dalam insiden tersebut, tiga personel Brimob yang bertugas di area penambangan minyak tersebut tewas. Ketiganya adalah Brigadir Budi Wibowo, 30 tahun, Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Brigadir Kepala (Bripka) Bambang Tejo (36).

Salah satu saksi mata, karyawan GSS Giken Sakata Singapura, Redi mengatakan, pukul 18.30 WIB terdengar rentetan tembakan 20 kali. Redi mendekat ke TKP untuk memastikan ada apa sebenarnya. Setelah sampai di TKP, Redi melihat satu orang tergeletak di depan tenda Pam Brimob.

Baca: Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora

Redi menghubungi personel Polsek serta Koramil Ngawen. Sedangkan Brigadir Slamet mengaku saat mandi, dia mendengar suara letusan senjata. Penasaran, Brigadir Slamet bergegas ke sumber suara.

Brigadir Slamet diperintahkan oleh Brigadir Kepala Bambang untuk meninggalkan tempat untuk menyelamatkan diri. Ketiga jenazah masih berada di Blora dan belum ada informasi akan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk keperluan autopsi.

”Iya (masih di Blora). Belum ada info (dibawa ke RS Bhayangkara Semarang),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, Rabu (11/10/2017) dini hari.

Editor: Supriyadi

Baca: Begini Firasat Keluarga Sebelum Anggota Brimob Pati Ini Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →