Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Polisi Tembak Mati Juragan Kapal karena Tak Terima Jidatnya Dipukul



   /  @ 18:56:52  /  12 Oktober 2017

    Print       Email

RE, polisi pelaku penembakan juragan kapal saat rekonstruksi di Mapolresta Tegal. (Vimanews)

MuriaNewsCom, Tegal – Tak terima jidatnya dipukul, aksi koboi dilakukan oknum polisi. Adalah Brigadir RE warga Kota Tegal, menembak pemukul jidatnya, Ragiman alias Warin (38) warga Blanak Kota Tegal. Seketika, Warin si juragan kapal tewas setelah peluru menembus tubuhnya.

Aksi itu dilakukan RE pada Kamis (28/9/2017) di halaman hotel Karlita Kota Tegal. Aksi koboinya menggunakan senjata api bukan pada tempatnya mengakibatkan Warin tewas, dan satu orang luka Setyo Utomo, warga Kabupaten Tegal.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan di dalam dan halaman Mapolresta Tegal, Kamis (12/10/2017) RE memeragakan aksi sadisnya. Ada sekitar 24 adegan yang diperagakan.

BacaDOR, 1 Orang Tewas Ditembak, dan 1 Luka di Halaman Hotel di Tegal

Rekonstruksi mengetengahkan banyak orang, termasuk pelaku, serta saksi di lokasi kejadian ketika itu. Untuk korban meninggal dan luka, diperagakan orang lain. Mapolres seolah-olah menjadi tempat hiburan malam lokasi kejadian.

Kemudian, lokasi berganti di halaman mapolres. Mulanya, teman korban terlibat pertikaian dengan teman pelaku. Keributan pecah dan suasana kian semrawut.  Pelaku dan korban tak lama kemudian ikut berada dalam suasana keributan.

Di tengah kondisi panas, korban Warin sempat memukul jidat pelaku. Seketika, hal itu membuat pelaku marah. Tanpa pikir panjang, pelaku mengeluarkan senjata api dari dalam tas di depan dadanya.

Pelaku langsung menembak korban ke dada sampai tembus.  Satu orang korban luka juga ikut jatuh di lokasi.  Aksi rekonstruksi ditonton ratusan warga yang diketahui teman dan rekan korban di luar gerbang mapolres.

Tampak juga keluarga, kuasa hukum tersangka dan korban, serta pejabat Kejaksaan Negeri Kota Tegal pun melihat proses itu.

Polisi dari Satuan Sabhara bersenjata lengkap menjaga di pintu. Polisi Satwa atau K9 juga dikerahkan untuk berjaga- jaga.

Ibu korban yang ada di lokasi di depan pintu gerbang mapolres histeris melihat pelaku. “Tek tembak kon. Wis mateni anakku (aku tembak kamu. Sudah membunuh anakku),” teriaknya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →