Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Ibu Muda Bungkus Mayat Bayinya Pakai Seragam Pramuka di Purworejo



   /  @ 14:24:34  /  12 Oktober 2017

    Print       Email

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Purworejo  –  Akhirnya pembuang bayi yang ditemukan di saluran irigasi Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo , terungkap. Pelaku itu RN,  (22) warga desa setempat, yang merupakan  orangtua dari bayi malang tersebut.  

RN diamankan, saat sedang berada di rumahnya beberapa hari setelah adanya penemuan bayi yang menggegerkan warga, 7 Oktober 2017. RN diamankan  oleh Unit Reskrim Polsek Butuh Polres Purworejo dalam kondisi lemas karena diduga  habis melahirkan dan tanpa adanya penanganan medis.

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, saat konferensi pers yang digelar di Mapolres Purworejo dengan awak media, Kamis (12/10/2017) mengatakan pihaknya telah mengamankan seorang perempuan, yang diduga menjadi pelaku tindak pidana pembuangan bayi tersebut.

“Setelah penemuan bayi yang cukup menghebohkan Kota Purworejo itu, kami langsung memerintahkan anggotanya, untuk melakukan penyelidikan,” kata Teguh.

Baca : Bayi Terbungkus Kresek Ditemukan di Saluran Irigasi Purworejo

Dari TKP, petugas mendapatkan petunjuk dari sampah yang berada di sekitar lokasi penemuan mayat bayi malang tersebut. “Di antara tumpukan sampah tersebut diketahui ada sebuah baju seragam pramuka yang terdapat nama serta identitas sekolah yang belakangan diketahui milik MA, yang merupakan adik tersangka RN,” terangnya.

Petugas yang mendatangi rumah tersangka langsung curiga melihat ada perempuan yang lemas dengan tanda- tanda setelah melahirkan. Di depan petugas kemudian RN mengaku bahwa telah melahirkan seorang bayi secara diam- diam di dalam kamarnya tanpa diketahui siapapun.

Ia yang  mmemproses sendiri persalinannya sampai kemudian bayi itu lahir. Tak berapa lama setelah lahir, RN kemudian membekap bayinya sendiri hingga tewas dan kemudian dimasukkan ke dalam sebuah ember.

Malam hari sekitar pukul 02.00 WIB, RN kemudian membungkus bayinya dengan plastik hitam dan membuangnya ke saluran irigasi Desa Binangun sebelum akhirnya ditemukan warga.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 80 Ayat 3 undang –Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 Tahun Penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →