Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Banyumasan  >  Artikel ini

Wartawan Dipukuli di Banyumas, 4 Orang jadi Tersangka



   /  @ 20:01:10  /  11 Oktober 2017

    Print       Email

Wartawan Kudus saat melakukan aksi solidaritas terkait adanya kekerasan pada jurnalis di Banyumas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Banyumas – Terkait kekerasan yang terjadi pada wartawan oleh Polres dan Satpol PP Banyumas, polisi setempat menetapkan 4 orang anggota kepolisian sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap wartawan di Banyumas. Selain itu, 3 orang anggota Satpol PP masih diperiksa polisi. 

“Hasil dari penyidikan kami terduga tersangka saat ini 4 orang dan itu dari anggota keluarga (Polri). Dan terduga dari Satpol PP ada 3 orang. Namun penyidikan masih berjalan,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun di Mapolres Banyumas, Rabu (11/10/2017) dilansir dari detik.com.

Kemudian, polisi punya waktu 1×24 jam untuk meningkatkan status dari Satpol PP tersebut. Dia mengungkapkan karena wartawan yang mengalami kekerasan sudah melaporkan ke Polres Banyumas, untuk sementara pasal pidana yang dikenakan yakni pasal 170 junto pasal 351 tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Sedangkan untuk UU pers pihaknya menjelaskan masih akan melihat perkembangan lebih jauh.

BacaWartawan jadi Korban saat Kericuhan Demo PLTPB di Banyumas Semalam

“Itu nanti kita lihat perkembangannya, progresnya nanti akan kita dalami karena dari yang dilaporkan tadi malam terkait pasal pengeroyokan dan penganiayaan yang akan kita kembangkan,” ujarnya.

Sedangkan Kabid Propam Polda Jawa Tengah, AKBP Jamal Farti mengatakan jika terkait penanganan dari anggota Kepolisian tersebut, pihaknya akan langsung menangani secara internal di Polda Jawa Tengah.

Keempat oknum anggota Polri yang ditetapkan tersangka tersebut berasal dari satuan Sabhara Polres Banyumas berinisial Aiptu AS, Bribda GP, Bribda AY, Bripda HD.

“Dari hasil penyelidikan kita ada 4 orang yang diduga melakukan pemukulan. Dan keempat orang tersebut akan langsung kami bawa ke Polda Jawa tengah untuk dilakukan proses sesuai dengan pelanggaran kode etik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam Protap no 14 tahun 2011 dalam kode etik profesi Polri di atur bahwa setiap anggota Polri yang melaksanakan tugas harus secara profesional dan prosedural. “Di sini dari hasil penyelidikan kita, keempat oknum tersebut tidak profesional, ada yang dilanggar, ada SOP aturan yang dilanggar sehingga terjadi kejadian tersebut,” katanya.

Dia menilai, proses penyelidikan masih berjalan sehingga tidak tertutup kemungkinan terdapat oknum anggota polri lainnya yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Sementara dilihat dari bawah dulu yang terlibat langsung pemukulan terhadap korban tersebut. Nanti kita proses semuanya, ini maraton kita dari tadi malam,” ujarnya.

Sanksi yang diancam dalam pelanggaran kode etik Polri diungkapkannya sangat berat, mulai dari pembinaan ulang anggota Polri, mutasi hingga pemberhentian tidak hormat dari anggota Kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Baca :  Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Terpeleset, Penjaga Pintu Bendung Klambu Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

Selengkapnya →