Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Debit Air Berkurang, Petani di Gubug Grobogan Harapkan Normalisasi Bendung Glapan



Reporter:    /  @ 19:30:33  /  11 Oktober 2017

    Print       Email

Kondisi Bendung Glapan di Kecamatan Gubug saat ini mengalami sedimentasi sangat parah dan perlu segera dinormalisasi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPara petani di Desa Glapan, Kecamatan Gubug berharap agar ada proyek normalisasi terhadap Bendung Glapan. Harapan itu dilontarkan karena bendung air tersebut sudah mengalami sedimentasi cukup parah.

Adanya sedimentasi berdampak pada berkurangnya debit air yang bisa tertampung dalam bendung tersebut. Dalam jangka panjang, berkurangnya debit air juga akan berpengaruh pada petani saat bercocok tanam.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Karya Manunggal Desa Glapan Marjuki mengatakan, sedimentasi saat ini hampir mencapai separuh luasan bendung. Yakni, sekitar 7 hektar luasannya dengan ketinggian sedimentasi mencapai 2 meter.

”Sedimentasinya sudah parah sekali saat ini. Akibat sedimentasi, daya tampung air berkurang hampir separuhnya. Kami berharap sedimentasi itu segera diangkat agar aliran air kesawah bisa lebih luas,” katanya Saat menghadiri acara berdoa bersama menjelang musim tanam pertama di Posko Pembantu Pelaksana Bendung Glapan, Rabu (11/10/2017).

Kepala Balai Pekerjaan Umum Pengelola Sumber Daya Air dan Tataruang Bodri Kuto Jawa Tengah Indah Sulistyowati menegaskan, pengangkatan sedimentasi Bendung Glapan sudah jadi prioritas dan akan segera dikerjakan. Menurut Indah, program pengangkatan sedimentasi tersebut sudah diusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

”Sudah kami usulkan ke BBWS, tinggal nunggu pengesahan saja. Kalau sudah disahkan, pada 2018 nanti akan dilakukan normalisasi,” jelas Indah yang ikut hadir dalam acara doa bersama tersebut.

Menurutnya, dari pengecekan di lapangan, tindakan normalisasi memang harus segera dilakukan. Soalnya, kondisi Bendung Glapan dinilai sudah sangat memprihatinkan. Selain tingginya sedimentasi, beberapa bagian bendung sudah rusak karena faktor alam. Bahkan beberapa pintu pengelolaan air ada yang tertutup sedimentasi.

”Bendung ini memang harus segera dinormalisasi agar debit air bisa digelontorkan sesuai dengan kapasitas. Kalau tidak dilakukan, air pasti akan melimpas dan ini menjadi kerugian bersama,” katanya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →