Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pembina Pramuka Harus Paham Karakter Anak Didik dan Bisa Jadi Panutan



Reporter:    /  @ 18:59:16  /  11 Oktober 2017

    Print       Email

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro mengalungkan tanda peserta Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KML) yang dilangsungkan di SMPN 1 Pulokulon, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menegaskan, seorang pembina pramuka saat ini dituntut memiliki peran lebih. Yakni, tidak sekedar jadi pengajar tetapi juga dituntut bisa menjadi teladan anak didiknya. Oleh sebab itu, para pembina dituntut untuk bisa bersikap dan berkepribadian yang baik dalam setiap aktivitasnya.

“Kalau hanya sekedar mengajar atau melatih itu mudah sekali dilakukan. Tetapi untuk bisa jadi teladan atau panutan ini tidak bisa dilakukan semua orang dan kami harapkan para pembina pramuka bisa melakukan hal ini,” ujar Icek saat membuka acara Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KML) yang dilangsungkan di SMPN 1 Pulokulon, Rabu (11/10/2017).

Dalam KML ini ada 84 pembina pramuka penggalang dari berbagai pangkalan gugus depan di Pulokulon dan beberapa utusan Kwaran lain di Grobogan yang ikut ambil bagian. Kegiatan KML ini rencananya akan digelar selama sepekan.

Icek menyatakan, selain memberikan teladan, agar anak didik bisa punya kepribadian yang baik maka harus ditanamkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti. Baik berupa teori maupun aplikasi langsung dengan praktek di lapangan. Dengan cara ini, kelak bisa menjadi bekal yang positif bagi pramuka jika sudah terjun dalam masyarakat.

Selain itu, pembina juga dituntut untuk bisa memahami jiwa peserta didiknya dengan cermat. Sebab, masing-masing individu itu punya karakter berbeda serta memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mengetahui jiwa anak didik maka pembina akan bisa mengangkat potensi serta menutup kekurangan yang dimiliki.

Icek menambahkan, dengan adanya KML itu bisa meningkatkan kualitas dan ilmu para pembina. Sehingga nantinya, proses pembinaan generasi muda Indonesia melalui wadah Gerakan Pramuka dapat terlaksana dengan baik. Dia juga meminta agar pembina untuk selalu menyesuaikan diri terhadap perkembangan pengetahuan dan teknologi yang mengalir dengan cepat.

“Metode pendekatan terhadap anak didik ini harus benar-benar diperhatikan. Sebab, dengan masuknya era globalisasi maka motode pembinaan ini juga harus mengikuti perkembangan zaman,” cetus mantan Wakil Bupati Grobogan itu. (NAO)

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →