Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Jateng Siapkan Rp 45 Miliar untuk Tanggulangi Bencana



   /  @ 16:07:58  /  11 Oktober 2017

    Print       Email

Tim SAR dan relawan menyiapkan peralatan untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dana sebesar Rp 45 miliar untuk penanganan bencana di wilayah ini. Dana sebesar ini disiapkan lantaran di provinsi ini menjadi gudangnya berbagai macam bencana alam.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan, untuk persiapan awal, pihaknya telah melakukan pengadaan logistik sebesar Rp 480 juta.

Sebagian logistik sudah didistribusikan ke posko bencana di kabupaten/kota. Pada triwulan ke empat 2017, BPBD Jateng juga melakukan pengadaan logistik lanjutan sebesar Rp 180 juta.

“Sesuai peraturan gubernur tentang kebencanaan, logistik memang kita stok di kabupaten kota sehingga ketika terjadi banjir misalnya, bisa langsung didistribusikan,” katanya.

Sarwa mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi tangguh bencana pertama di Indonesia. Gubernur menerapkan pola penanggulangan bencana alam secara sinergitas melibatkan semua pihak terkait.

Bila terjadi bencana alam, bukan hanya  BPBD yang bergerak, tetapi juga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) provinsi dan kabupaten/kota, kepolisian, TNI, Pertamina, PLN, Telkom, dan komponen masyarakat lainnya.

Salah satu regulasi yang dijadikan percontohan nasional adalah penanggulangan bencana dengan pendekatan kewilayahan.

Yakni, bila terjadi bencana di satu kabupaten, maka kabupaten-kabupaten terdekat harus segara memberikan bantuan baik berupa personel maupun logistik. “Ini satu-satunya di Indonesia,” tegasnya.

Musim hujan yang sudah mulai turun pada Oktober ini, menurut Sarwa, diprediksi akan ekstrim. Sejurus dengan itu, maka ancaman banjir serta longsor semakin besar.

“Prediksinya cuaca ekstrim jadi ancaman banjir semakin besar. Apalagi kemarau kan banyak tanah yang merekah, itu berbahaya kalau terisi air hujan,” jelasnya.

Pada Jumat 13 Oktober 2017 mendatang, BPBD Jateng akan berkonsolidasi dengan BPBD kabupaten/kota. Esoknya, Sabtu 14 Oktober 2017, giliran BPBD berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-Jateng.

“Istruksi dari gubernur, kami harus petakan titik-titik bencana, menyebarkan peringatan, lokasi posko dan nomor kontak posko ke masyarakat. Kami juga siap keluarkan siaga darurat bencana atas rekomendasi BMKG,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →