Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini
BAKU TEMBAK BRIMOB DI BLORA

Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora



   /  @ 11:55:09  /  11 Oktober 2017

    Print       Email

Anggota Brimob sedang latihan menembak menggunakan senapa AK 101/102. (Indomiliter.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Tiga orang anggota Subden IV Sat Brimob Pati tewas tertembak saat melakukan pengamanan di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Selasa (10/10/2017) petang.

Pelaku utama dalam peristiwa itu yakni Bripka Bambang Tejo. Pelaku diketahui langsung bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri setelah menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

Senapan yang digunakan Bripka Bambang Tejo untuk bunuh diri dan menembak rekannya adalah senapan serbu AK 101/102. Senapan ini merupakan senjata standar Brimob Polri.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyebut senjara AK 101 itu berada di dekat tubuh tubuh Bripa Bambang Tejo.

“Saksi mendengar suara tembakan yang berasal dari barak personel brimob yang diperbantukan untuk pengamanan,” katanya dalam jumpa pers di Akpol Semarang, Rabu (11/10/2017) pagi.

Brimob kali pertama menenteng senjata ini awal-awal masa reformasi. Kehadiran Brimob yang menggunakan senapa serbu varian AK dari Rusia itu sempat mengejutkan publik. Karena pada saat itu, TNI hanya menggunakan senjata serbu SS-1 buatan Pindad.

Senapan AK 101 (atas) dan senapan AK 102 (bawah).

Senjata ini mempunyai tiga pilihan mode tembak. Yakni singgle shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis yang mampu menembakkan beberapa peluru dalam sekali tarikan picu.

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Baca : Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Dikutip dari indomiliter.com, AK 101/102 ini merupakan senapan serbu bercitarasa NATO,  lantaran menggunakan amunisi NATO 5,56 x 45 mm. Meski punya bentuk magasin berbeda dengan kepunyaan M-16/SS-1, tapi amunisi antara tiga senjata ini dapat saling dipergunakan.

AK-101 sejatinya adalah versi ekspor dari varian AK-74M. Senjata ini memang dirancang Izmash Machine Building Plant untuk merayapi pasar negara-negara penganut standar NATO. Berbeda dengan generasi AK-47, pada AK-101/102 keseluruhan bodi senjata di cat warna hitam.

Senjata AK-101/102 ini mengadopsi jenis receiver yang sama, termasuk dapat dipasangi teropong bidik.

Harga senapan serbu ini relatif murah, AK-101 per pucuknya dibandrol US$436,10 dan AK-102 US$ 422,04 per pucuk. Dan setelah enam belas tahun dioperasikan, AK-101/102 masih terbukti bandel, mirip dengan saudara tuanya AK-47.

Selain Indonesia, negara pengguna AK rasa NATO ini adalah Bhutan, Malaysia, Pakistan, Somalia, Uruguay, India, Venezuela, Cyprus, dan Uni Emirate Arab.

Spesifikasi AK-101/102
– Rilis perdana: 1994
– Pola tembakan: single shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis
– Berat Kosong: 3,6 kg (AK-101)/3,2 kg (AK-102)
– Berat Isi: 4 kg (AK-101)/ 3,6 kg (AK-102)
– Panjang Popor terbuka: 943 mm (AK-101)/824 mm (AK-102)
– Panjang Popor terlipat: 705 mm (AK-101)/586 mm (AK-102)
– Panjang laras: 415 mm (AK-101)/314 mm (AK-102)
– Mekanisme senjata: gas operated, bolt rotating
– Kecepatan proyektil: 910 m/detik (AK-101) dan 850 m/detik (AK-102)
– Jarak tembak efektif: 450 m
– Magasin: 30 peluru

Editor : Ali Muntoha

Baca : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →