MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wartawan Kudus Kutuk Aksi Penganiayaan Wartawan di Banyumas

171
Wartawan di Kabupaten Kudus menggelar aksi keprihatinan atas kasus penganiayaan wartawan di Banyumas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, online, maupun televisi yang bertugas di Kabupaten Kudus, menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kudus, Rabu (11/10/2017) pagi.

Aksi digelar sebagai wujud solidaritas dan keprihatinan atas peristiwa kekerasaan yang dilakukan aparat keamanan kepada wartawan di Banyumas saat meliput aksi pembubaran demo di Banyumas, Senin (9/10/2017) malam.

Mereka mengutuk aksi tersebut karena dianggap telah menghalang-halangi kerja jurnalistik. Terlebih wartawan bertugas dilindungi oleh UU tentang pers.

Aksi digelar sekitar jam 08.00 WIB lebih. Dengan menggunakan baju serba hitam, satu persatu wartawan mulai berorasi menyuarakan aspirasinya atas insiden sesama wartawan.

Ketua PWI Kudus Saiful Annas menuntut agar pelaku pemukulan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca : Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf

“Kami menuntut agar penegakan hukum dapat dilakukan semestinya. Agar masyarakat tahu kalau penegak hukum tak pandang seragam,” katanya saat aksi.

Menurut dia, profesi para wartawan di Indonesia dilindungi undang-undang. Melihat hal itu,  dia meminta petugas jangan asal pukul saat wartawan sedang bertugas.

“Kami tahu petugas sedang mengamankan. Namun kami juga sedang bertugas, jadi jangan pukuli wartawan,” imbuhnya.

Sementara, wartawan lain yang aksi, Ali Bustomi menambahkan, aksi digelar untuk solidaritas sesama wartawan. Kejadian yang terjadi di Banyumas, agar jangan sampai terjadi lagi, khususnya di Kudus.

Editor : Ali Muntoha

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.