Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Kartu Tani Jateng Bakal Diterapkan Secara Nasional



   /  @ 17:20:23  /  10 Oktober 2017

    Print       Email

Seorang petani menunjukkan kartu tani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Program Kartu Tani yang diterapkan di Jawa Tengah akan dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) agar bisa diterapkan di sleuruh wilayah Indonesia.

Setelah dilucnurkan di Jateng, program serupa telah dilakukan di sejumlah daerah terutama di Pulau Jawa. Di antaranya di Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Momon Rusmono mengatakan, Kartu Tani mempunyai potensi untuk diterapkan secara nasional.

”Jateng sebagai inisiator, dan telah diterapkan di sejumlah daerah,” kata Momon dalam temu penyuluh pertanian di Semarang, Selasa (10/10/2017).

Program kartu tani ungkapnya memang mempermudah petani dalam mendapatkan pupuk, bibit dan akses permodalan di bidang pertanian. Jika dalam pelaksanaannya belum optimal, hal itu ungkapnya sangatlah wajar karena program ini baru diterapkan.

“Insya Allah ke depan jauh lebih baik dan positif, serta semua bisa terdata dengan baik ‘by name by address’,” ujarnya. 

Keyakinan itu ungkapnya muncul karena Kementerian Pertanian memiliki data kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Data-data tersebut ungkapnya bisa menjadi dasar untuk mengembangkan Kartu Tani di provinsi lainnya di Indonesia. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi rencana pengembangan Kartu Tani di seluruh provinsi di Indonesia. “Sudah diterapkan beberapa provinsi, dan sudah diperintahkan untuk menyusun itu, tinggal masing-masing provinsi saja karena ini akan menjadi data nasional,” katanya.

Program Kartu Tani merupakan langkah untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara enam tepat yakni tepat jenis, jumlah, harga, mutu, waktu dan tempat.

Bukan hanya soal distribusi pupuk bersubsidi serta keterjaminan persediaan pupuk, lebih jauh program ini juga untuk membantu mengalokasikan bantuan sarana produksi pertanian secara tepat sasaran. 

Selain itu, adanya kartu tani juga diharapkan bisa menyetabilkan harga komoditi pertanian saat mengalami lonjakan harga di pasar. Sebab dalam kartu ini terhubung pada sistem informasi pertanian Indonesia (Sinpi) yang juga memuat luas lahan hingga jenis komoditas yang ditanam.

Bahkan saat ini kartu tani juga sudah terintegrasi dengan aplikasi berbasis web dengan nama regopantes.com yang akan membantu petani memangkas rantai distribusi yang sebelummya sangat panjang, dan bisa mendapatkan harga yang pantas.

Di Jawa Tengah sendiri, hingga akhir Juli 2017 penyerahan Kartu Tani sudah mencapai 92.13 persen atau mencapai 1,506,160 petani dari total jumlah petani yang terdaftar yakni 1,634,862 orang. Dari jumlah tersebut, 84,65 persen atau sebesar 1,383,914 petani sudah menerima dan dapat memanfaatkan kartu. 

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →