Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf



   /  @ 15:19:26  /  10 Oktober 2017

    Print       Email

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng. (dokumen)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta maaf atas perbuatan sejumlah anggota Polres Banyumas yang telah melakukan kekerasan kepada wartawan saat meliput pembubaran demo di Banyumas, Senin (9/10/2017) malam.

Permintaan maaf itu disampaikan kapolda dalam jumpa pers di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (10/10/2017) siang. Selain kapolda dalam jumpa pers itu juga dihadiri Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setya Wasisto dan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto.

“Saya atas nama Polda Jateng dan mewakili Polri meminta maaf atas insiden kemarin malam, baik ada korban luka dari mahasiswa maupun rekan media saat meliput,” katanya.

Ia menyebut, saat peristiwa itu terjadi Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun sedang mengikuti apel Kasatwil di Akpol dan langsung diperintahkan kembali ke wilayahnya dan menangani kasus tersebut.

Seluruh kapolres di wilayah hukum Polda Jateng juga diminta untuk menemui wartawan untuk meminta maat atas kasus tersebut.

“Saya langsung konsolidasi ke grup kapolres untuk temui teman-teman (wartawan) di wilayah masing-masing untuk meminta maaf. Jangan sampai hubungan dengan media jadi renggang,” ujarnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setya Wasisto dan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto saat jumpa pers di Akpol Semarang. (Polda Jateng)

Pihaknya memastikan akan memindak pelaku kekerasan sesuai aturan. Hingga saat ini Kapolres Banyumas telah menerima keterangan dari empat korban penganiayaan.

“Kapolres sudah diperintahkan untuk kembali mengecek SOP dalam pembubaran paksa itu. Secara menyeluruh nanti Kabid Propam, dan Kabid Intel untuk mengecek,” ujarnya.

Baca : BRUTAL, Detik-Detik Wartawan Darbe Dipukuli Ketika Liputan Demo PLTPB Banyumas

Baca : PWI Jateng : Polisi Penganiaya Wartawan di Banyumas Harus Ditindak Tegas

Polri juga akan bertanggungjawab untuk menanggung biaya perawatan rumah sakit kepada para korban kekerasan. Termasuk barang – barang wartawan yang hilang ataupun rusak saat insiden tersebut terjadi.

“Semua biaya perawatan rumah sakit akan kami tanggung, dan juga barang yang hilang atau rusak dari rekan wartawan akan kami ganti,” terangnya.

Penganiayaan terjadi ketika polisi dan Satpol PP membubarkan massa aksi penolak PLTPB Gunung Slamet, Senin (9/10/2017) malam. Sejumlah wartawan yang meliput aksi itu ikut dibubarkan. Dan wartawan Metro TV  Darbe Tyas dipukuli, diseret dan dikeroyok hingga mengalami luka-luka.

Darbe mengaku saat aksi itu, dia telah mengaku dirinya adalah wartawan. Tapi aparat tak memedulikannya. Selain luka di beberapa tubuh, kartu pers dan kacamatanya hilang. Dirinya terpaksa melakukan visum ke Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Wartawan jadi Korban saat Kericuhan Demo PLTPB di Banyumas Semalam

Baca : Kena Semburan Jetblast, Tangga Pesawat Ambruk di Bandara A Yani, 8 Orang Luka-luka

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Hidup Seorang Diri, Nenek 80 Tahun di Jepara Tergolek Sakit di Ranjang Kayu Selama 7 Bulan

Selengkapnya →