Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

Kena Semburan Jetblast, Tangga Pesawat Ambruk di Bandara A Yani, 8 Orang Luka-luka



   /  @ 10:50:43  /  10 Oktober 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Insiden terjadi di Bandara Internasional A Yani Semarang. Delapan orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit tertimpa tangga pesawat yang ambruk terkena jetblast dari pesawat Garuda Indonesia.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/10/2017) sore kemarin, dan hingga Selasa (10/10/2017) hari ini masih dilakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Tangga yang ambruk merupakan milik pesawat Batik Air rute Jakarta-Semarang. Peristiwa itu terjadi saat pesawat Batik Air tengah menurunkan penumpang di parking stand 3 Bandara A Yani Semarang.

Pada saat bersamaan, pesawat Garuda Indonesia 365 rute Surabaya-Semarang sedang menuju area parking stand 7. Sebelum memasuki area parkir, pesawat Garuda itu sempat berhenti.

Terlihat pesawat menambah power untuk masuk parking stand 7 yang menghasilkan semburan angin kencang dari mesin jet atau jetblast.

Semburan ini mengenai tangga pesawat Batik Air 6355 yang sedang menurunkan penumpang. Akibatnya, tangga tersebut jatuh ke arah selatan menimpa beberapa orang.

Laporan yang diterima jumlah korban sebanyak delapan orang. Terdiri dari enam staf ground handling Kokapura, satu penumpang Batik Air, dan satu karyawan PT Angkasa Pura 1 dari bagian Apron Movement Control (AMC). Seluruh korban luca dilarikan ke RS Columbia Semarang, yang tak jauh dari bandara.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, ISrawadi dalam pers rilisnya mengaku prihatin atas kasus tesebut. Ia meyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.43 WIB, saat pesawat Batik Air menurunkan penumpang.

Meski demikia, ia memastikan insiden itu tak memengaruhi kegiatan operasional di Bandara A Yani Semarang.

“Kami juga menyampaikan simpati yang dalam kepada korban, termasuk korban karyawan kami. Ke depannya kami tetap berupaya dan bekerja sama dengan mitra kerja di bandara untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan dalam bekerja,” ujarnya.

Dikutip dari Tribunjateng.com, Manajer Senior Kehumasan Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Komite Nasional Keamanan Penerbangan terkait insiden tersebut.

Pihaknya juga belum memberikan tindakan internal terhadap pilot Garuda yakni Capt Samuel Gasperz.

“Kami merangkul Komite Nasional Keamanan Penerbangan mengenai masalah ini, agar diketahui penyebab sebenarnya jet blast kemarin,” kata Ikhsan.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →