Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bangunan Liar di Sempadan Irigasi Bendung Glapan Grobogan Kembali Dibongkar



Reporter:    /  @ 09:39:42  /  10 Oktober 2017

    Print       Email

Alat berat dikerahkan untuk membongkar bangunan liar yang didirikan di sepanjang saluran irigasi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penertiban bangunan liar yang berdiri di atas sempadan irigasi kembali dilakukan. Kali ini sasarannya adalah bangunan liar yang melintasi wilayah Kecamatan Godong dan beberapa bangunan sudah menjangkau wilayah Demak.

Tindakan itu dilakukan karena ratusan bangunan itu masih tetap berdiri di atas sempadan saluran sekunder daerah irigasi Bendung Glapan meski pemiliknya sudah diberi peringatan untuk membongkar. Pembongkaran bangunan dilakukan sejak Senin (9/10/2017) kemarin hingga Rabu (11/10/2017)besok.

Proses pembongkaran bangunan berjalan cukup lancar. Para pemilik bangunan permanen dan semi permanen yang dipakai untuk tempat tinggal maupun toko hanya bisa pasrah saat alat berat dan puluhan pekerja melangsungkan pembongkaran.

Usai dirobohkan, pemilik kemudian mengumpulkan puing-puing bangunan yang di dalamnya sudah kosong itu.

Puluhan aparat dari kepolisian, TNI, PLN dan Satpol PP terlihat mengawal jalannya pembongkaran bangunan.

Selain itu, hadir pula pegawai dua instansi terlibat dalam penertiban. Yakni, dari Balai Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Beberapa waktu sebelumnya, tindakan pembongkaran bangunan liar juga sudah dilakukan. Yakni, 246 bangunan yang masih berdiri di atas sempadan irigasi Bendung Glapan di Desa Ginggangtani sampai Desa Kemiri di Kecamatan Gubug, Grobogan.

Kepala BBWS Pemali Juana Rubhan Ruzziyatno mengatakan, penertiban bangunan di atas saluran tersebut sedianya dilakukan oleh warga sendiri dengan batas waktu sampai 8 Oktober 2017 lalu. Namun, sampai batas akhir ternyata masih banyak bangunan yang belum dibongkar.

Jumlah seluruh bangunan yang dibongkar mencapai 146 unit. Yakni, dari Desa Tinanding, Kecamatan Godong sampai Desa/Kecamatan Kebonagung, Demak.

“Kawasan sempadan irigasi tidak boleh didirikan bangunan. Area itu untuk inspeksi irigasi guna pemeliharaan dan rehabilitasi. Setelah bangunan dibersihkan, saluran irigasi akan kita normalisasi,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →