Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

TNI-Polri Harus Akur, Jokowi Perintahkan Penyebar Isu Provokasi Pilkada Ditindak Tegas



   /  @ 15:58:28  /  9 Oktober 2017

    Print       Email

Presiden Joko Widodo bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian di sela-sela pengarahan peserta Apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin (9/10/2017). (Tribratanews)

MuriaNewsCom, Semarang – Presiden Joko Widodo meminta aparat TNI dan Polri meningkatkan soliditas jelang pelaksanaan pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Kesolidan dua aparat keamanan ini dinilai menjadi salah satu kunci terciptanya suasana kondusif.

Ini dikatakan Jokowi saat memberi arahan kepada peserta Apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin (9/10/2017). Dalam apel itu diikuti 546 pejabat kepolisian. Terdiri dari 19 pejabat utama, 33 kapolda, 461 kapolres metro dan Kapolresta seluruh Indonesia serta anggota lainnya.

”Menjelang 2018 (pilkada serentak) juga menuju 2019 (pemilu dan pilpres) betul-betul pengamanan dipersiapkan secara detil. Pemetaan potensi friksi harus punya,” kata Jokowi.

Ia meminta agar Polri dan TNI menjaga isu-isu yang beredar selama pilkada. Penyebar isu-isu yang menjadikan sistuasi semakin panas harus ditindak dengan tegas.

”Tindak tegas penyebaran isu tersebut dikarenakan sangat membahayakan, silahkan diatur pemetaan, potensi konflik harus direncanakan agar preventif nya dilakukan, sumber sumber yang diperkirakan provokasi harus dipetakan dan di data secara komplit, jangan sampai setelah terjadi kejadian baru kita kebingungan,” ujarnya.

Menurutnya, dari pengalamannya mengkuti piwalkot, pilgub, hingga pilpres, kondisi gelaran pemilihan umum bisa dilihat dari bebagai hal, salah satunya solidnya hubungan TNI dan Polri.

Oleh karenanya, ia meminta semua komponen dari Polri harus loyal kepada negara. Karena menurut dia, politik Polri adalah politik negara.

”Sebab itu saya sampaikan kepada seluruh jajaran Polri, bahwa politik Polri adalah politik negara juga. Semua loyal dan setia pada negara, kepada rakyat, kepada pimpinan. Kalau itu kita kerjakan, selesai, tidak akan ada yang berani macem-macem. Saya yakini itu,” imbuhnya.

Selain itu Presiden juga menyebutkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian meningkat menjadi 4 besar atau 78 persen. Ia berharap capaian itu bisa lebih ditingkatkan dengan digitalisasi sistem pelayanan publik agar tidak menyulitkan masyarakat.

“Tapi saya tidak mau Kapolri berhenti di angka ini. Naikkan di atas 80. Diharapkan betul-betul ada public trust. InI (kepercayaan) harganya mahal,” pungkas Presiden.

Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya memang perlu terus membangun hubungan dengan TNI. Selain itu juga melakukan pendekatan ke berbagai pihak yang terkait Pilkada.

“Pak Presiden memberi garis bawah, hubungan Polri dan TNI mutlak harus baik di segala jajaran, karena TNI dan Polri pilar utama negara ini. Kalau tegak dan solid NKRI kuat,” kata Tito.

Dalam kunjungan kerja di Kota Semarang, Jokowi juga menyerahkan KIP (Kartu Indonesia Pintar)dan PKH (Program Keluarga Harapan)di SMAN 1 Semarang, serta menyerahkan sertifikat tanah kepada warga di Simpanglima Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →