Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng Diklaim Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil



   /  @ 14:08:58  /  9 Oktober 2017

    Print       Email

Petugas tengah memberi imunisasi kepada bayi. Program penurunan angka kematian ibu dan anak di Jateng diklaim sukses. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dinilai cukup sukses menekan angka kematian ibu hamil dan anak. Jumlah kematian ibu dalam proses kehamilan dan persalinan mengalami penurunan cukup signisikan sejak 2014.

Rata-rata angka penurunannya mencapai 14 persen per tahun. Tahun 2014 jumlah ibu hamil dan menyusui yang meninggal tercatat sebanyak 711 orang, dan menurun menjadi 619 kasus pada 2015.

Kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016 dengan 602 kasus. Sementara pada semester I tahun 2017 tercatat hanya 227 kasus.

“Tahun ini menurun sekitar 25 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Semoga di semester II tahun ini jumlahnya juga menurun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, Senin (9/10/2017).

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan turunnya angka kematian ibu. Antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kesehatan ibu. Menurut dia, gerakan 5 NG yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng.

“Gerakan 5 NG yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Surakarta pada Juli 2016 lalu, dan ini mulai menunjukkan hasil. Kesehatan ibu juga membaik dan tentunya ya itu, kesadaran masyarakat meningkat, sehingga angka kematian ibu bisa ditekan,” ujarnya.

Program 5 NG tersebut lanjutnya, merupakan gerakan gotong royong yang memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat mulai dari hulu hingga hilir.

Yaitu dengan menggerakkan bidan desa dan kader PKK untuk mengedukasi para perempuan sejak pra kehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan. Selain itu juga mengajak masyarakat lainnya untuk memberi perhatian khusus pada ibu hamil dan sosialisasi perilaku hidup sehat.

“Tidak butuh waktu lama gerakan itu terdengar di masyarakat. Ternyata setelah kita amati, mempunyai daya ungkit yang cukup signifikan,” jelasnya.

Ia menegaskan masalah angka kematian ibu melahirkan ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Jawa Tengah. Sebab hal ini juga menjadi indikator utama pembangunan kesehatan, baik dalam RPJMN dan RPJMD. 

Selain AKI, pertumbuhan positif indeks kesehatan masyarakat ini juga ditunjukkan dengan tren penurunan sejumlah indikator kesehatan, seperti kematian bayi, hingga  jumlah balita penderita gizi buruk.

Untuk kasus kematian bayi pada 2014 tercatat 6.486 kasus. Jumlah itu berkurang menjadi 6.483 kasus pada 2015 dan pada 2016 menurun lagi menjadi 6.478 kasus. Pada tahun ini hingga semester I 2017 angka kematian bayi tercatat 2.333 kasus. Sedangkan untuk persentase balita gizi buruk di Jawa Tengah juga bisa ditekan pada angka 0,03 persen dari jumlah populasi. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan untuk menekan AKI, salah satu hal yang perlu dilakukan yakni perilaku hidup bersih masyarakat yang harus terus didorong dan digiatkan. Menurutnya hal itu menjadi hulu dari semua permasalahan yang menyangkut kesehatan dan kemiskinan.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →