Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pengukuran Sertifikat Tanah Program PTSL di Pati Terkendala Cuaca



Reporter:    /  @ 12:00:54  /  9 Oktober 2017

    Print       Email

Seorang pegawai tengah menggarap sertifikasi tanah program PTSL di Kantor BPN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim penghujan yang mulai tiba ternyata menjadi kendala tersendiri bagi pegawai untuk melakukan pengukuran sertifikat tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Padahal, mereka ditarget untuk bisa menyelesaikan 40.000 sertifikat tanah PTSL pada akhir 2017 yang dibiayai APBN. Namun, BPN Pati tetap melakukan upaya agar target itu bisa diselesaikan dengan baik.

“Kendalanya cuaca yang sudah mulai sering turun hujan. Akibatnya, proses pengukuran tanah terganggu. Solusinya ya dilakukan keesokan harinya,” ujar Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, Senin (9/10/2017).

Baca Juga: BPN Pati Targetkan 40.000 Sertifikat Tanah Gratis Rampung Akhir 2017

Bahkan, pegawai BPN banyak yang menginap di rumah perangkat desa untuk menyelesaikan program PTSL dengan tepat waktu. Mereka beristirahat sejenak bila ternyata hujan tiba saat pengukuran tanah akan dilakukan.

Sebab, proses pengukuran tanah memakai catatan dan kertas sehingga tidak bisa dilakukan jika hujan turun. “Pengukuran tanah itu kan bawa catatan-catatan, kertas dan sebagainya. Kalau hujan, ditunda dulu dan dilanjutkan besok,” jelas Yoyok.

Beberapa waktu lalu, ia menceritakan bila petugas BPN Pati sempat melaporkan kendala cuaca, karena Pati selatan kerap hujan pada siang hari. Namun, dia meminta untuk terus melanjutkan proses pengukuran bila cuaca sudah membaik.

Menurutnya, program PTSL harus diselesaikan sesuai dengan taget karena sudah menjadi instruksi Presiden Jokowi. Jatah 40.000 sertifikat tanah PTSL untuk warga Pati tersebut akan dibagikan setelah mendapatkan instruksi dari pemerintah pusat.

“Pembagiannya menunggu instruksi dari Menteri Agraria, karena saat ini masih menunggu dari Presiden. PTSL ini program dari Presiden yang pendanaannya dari APBN,” tandas Yoyok.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →