Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sebulan Berlalu, Waduk Kedungombo Grobogan Masih Ditutup Buat Wisatawan



Reporter:    /  @ 16:31:00  /  7 Oktober 2017

    Print       Email

Portal besi masih terpasang di pintu masuk menuju kawasan wisata Waduk Kedungombo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata terus berlanjut. Meski sudah lewat sebulan lebih, portal di pintu masuk menuju kawasan wisata masih terpasang.

Portal besi ini sudah diturunkan untuk menghalangi jalan masuk sejak Minggu (3/9/2017) lalu. Sebelumnya, sempat muncul kabar kalau penutupan akses wisatawan hanya berlangsung sepanjang September. Namun, meski bulan September sudah lewat, penutupan Waduk Kedungombo untuk wisata masih diberlakukan.

“Kunjungan wisata masih ditutup. Sampai sekarang, kami belum dapat penjelasan kapan mau dibuka lagi,” kata Sunarti, salah seorang pedagang Waduk Kedungombo, Sabtu (7/10/2017).

Baca Juga: Penutupan Obyek Wisata Waduk Kedungombo Diduga Karena Kasus Pungli

Meski sudah ditutup sebulan lamanya, namun masih banyak pedagang yang berjualan. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya tenda atau lapak yang didirikan di sekitar pintu masuk.

“Masih ada yang jualan. Tapi jumlahnya tidak sebanyak dulu ketika belum ditutup. Soalnya, jumlah pengunjung turun drastis,” imbuh Kolik, pedagang lainnya.

Sebagian pedagang ada yang memilih pindah berjualan ke lokasi lain. Yakni, ke Wana Wisata Kedung Cinta di kawasan hutan Perhutani KPH Telawa. Lokasi wisata ini berada sekitar 3 km sebelah barat Waduk Kedungombo.

Baca Juga: Penasaran, Ratusan Warga Datangi Waduk Kedungombo Meski Ditutup

Wana wisata yang didalamnya terdapat warung apung ini juga berada di pinggiran waduk Kedungombo, namun wilayahnya sudah masuk Kabupaten Boyolali. Tepatnya, di Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu.

“Informasi yang saya terima, memang ada banyak pedagang yang ingin pindah ke wana wisata. Selain kondisi makin sepi, alasan pedagang mau pindah karena belum ada kepastian wisata Kedungombo dibuka lagi untuk wisatawan,” jelas Kepala Desa Rambat, Kecamatan Geyer Trihadi Budi Sanyoto.

Menurut Trihadi, jumlah warganya yang selama ini mencari nafkah di Waduk Kedungombo mencapai 150 orang. Sebagian besar mereka itu berjualan ikan bakar atau pedagang asongan. Kalau momen liburan, jumlah warga yang terlibat di WADUK KEDUNGOMBO makin banyak. Biasanya, mereka membantu ngurusi parkir kendaraan yang jumlahnya mencapai ribuan kalau hari libur,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini belum menerima pemberitahuan resmi perihal penutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata. Harapannya, persoalan yang terjadi segera terselesaikan dan obyek wisata Waduk Kedungombo bisa dibuka lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu alasan penutupan obyek wisata itu disebabkan adanya pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah terhadap pengelolaan Waduk Kedungombo.

Pihak Kejati melakukan pemeriksaan setelah adanya pengaduan masyarakat terkait penarikan retribusi terhadap pengunjung dan pedagang. Meski ada karcis dan kuitansi, penarikan retribusi yang dilakukan selama ini, diduga sebagai pungutan liar karena tidak ada dasar hukumnya. Dalam penanganan aduan itu, pihak Kejati juga melibatkan Kejaksaan Negeri Grobogan untuk melakukan kajian.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →