Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Suporter PSS Sleman Diamankan Polisi di Temanggung



   /  @ 19:01:43  /  6 Oktober 2017

    Print       Email

Suporter PSS Sleman ditangkap Polres Temanggung, Jumat. (Antarajateng.com)

MuriaNewsCom, Temanggung – Kepolisian Resor Temanggung, mengamankan 17 pendukung PSS Sleman yang sedang melintas di Temanggung dan kedapatan membawa minuman mengandung alcohol, Jumat (6/10/2017)

Melansir Antarajateng.com, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo di Temanggung, mengatakan mereka diamankan petugas Polsek Kranggan saat melakukan razia kendaraan pada Kamis (5/10) malam.

Sejumlah suporter PSS Sleman yang mengendarai dua mobil tersebut melakukan perjalanan menuju Cilegon untuk menyemangati tim kesayangannya melawan Cilegon United di Stadion Krakatau Steel pada Jumat sore.

Namun, saat memasuki wilayah Kranggan, para suporter tersebut terjaring razia yang dilakukan oleh Polsek Kranggan karena kedapatan membawa beberapa botol minuman keras.

“Meskipun sama-sama suporter Sleman dengan tujuan Cilegon, dua rombongan mobil itu tidak saling mengenal dan saat digeledah di kedua mobilnya didapati beberapa botol minuman keras,” katanya.

Ia menyebutkan di mobil minibus dengan nomor polisi AB 1435 EN berisi sembilan suporter dan di minibus AB 1653 CJ ada delapan suporter PSS Sleman.

“Di antara suporter tersebut, terdapat dua perempuan. Mobil yang mereka gunakan adalah mobil rental,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak melarang suporter PSS Sleman melintas di wilayah hukum Temanggung, setelah terjadi penganiayaan terhadap warga Temanggung oleh suporter Sleman beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya tetap akan melakukan razia ketika PPS Sleman akan melakukan pertandingan lawatan.

“Kami sama sekali tidak melarang. Tetapi ketika ada pertandingan lawatan PSS Sleman ke daerah lain, apalagi jika tujuan lawatan melewati wilayah hukum Polres Temanggung kami tetap melakukan razia,” katanya.

Kepala Satreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi mengatakan para suporter tersebut membeli minuman beralkohol dengan cara iuran. Mereka membeli minuman itu di wilayah Sleman saat akan berangkat menuju Cilegon. Pada mobil pertama ditemukan tiga botol minuman beralkohol dan mobil kedua terdapat empat botol minuman beralkohol.

Ia mengatakan mereka harus menjalani proses persidangan dengan ancaman tindak pidana ringan (tipiring). Mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda) Temanggung Nomor 5 tentang Minuman Keras.

“Masuk dalam tipiring, mereka akan langsung menjalani persidangan, jika tidak mampu membayar denda mereka harus menjalani hukuman kurungan sesuai dengan putusan hakim,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →