Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Ini Alasan Kenapa Investor Berbondong-bondong Masuk ke Jateng



   /  @ 17:00:45  /  6 Oktober 2017

    Print       Email

Aktivitas pabrik garmen yang berasal dari investasi asing di Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Investasi yang masuk ke Jawa Tengah mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatanya mencapai 53 persen per tahun dan mampu menyerap sebanyak 541.520 tenaga kerja.

Tiap tahun ada ribuan investor yang menanamkan investasinya di Jawa Tengah. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo menyebut, membanjirnya investasi ke Jawa Tengah tak lepas dari reformasi perizinan yang dicanangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

”Kini pengurusan perizinan di kantor PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) mengedepankan kemudahan, kecepatan, bebas biaya, transparansi dan akuntabel,” katanya, Jumat (6/9/2017).

Sejak 2013, lanjut Prasetyo, pihaknya mengeluarkan 32.029 perizinan. Bidang paling banyak ialah di kesbangpol, energi sumber daya mineral, pengelolaan sumber daya air, perhubungan, perindustrian dan perdagangan  serta tenaga kerja dan transmigrasi.

Keberhasilan penataan PTSP dapat diketahui dari indikator indeks kepuasan publik yang mencapai 102,8 persen. Padahal semula target kepuasan publik hanya di angka 87,38 persen.

Ia menyebut, untuk mempercepat pelayanan, PTSP kini menyederhanakan perizinan. Meliputi pemotongan alur birokrasi sehingga proses lebih cepat dan pengurangan syarat dokumen. “SOP kami tata, dokumen-dokumen persyaratan yang dulu banyak dan merepotkan pemohon kami kurangi,” ujarnya. 

Pihaknya juga memberi beragam kemudahan bagi investor. Di antaranya insentif investasi untuk industri pionir.

Investasi ini bisa berupa pembebasan pajak 5 sampai 15 tahun, pengurangan pajak, dan pembebasan bea impor. Selain itu ada juga kemudahan pengurusan izin hanya tiga jam untuk jenis usaha tertentu.

Pemprov Jateng juga menerapkan izin klik pada empat kawasan industri. Yakni Jatengland, Wijayakusuma, Bukit Semarang Baru, dan Kawasan Industri Kendal. 

“Ixin klik ini artinya investor boleh melaksanakan pembangunan konstruksi bersamaan dengan pengurusan izin. Misalnya gedung dapat dibangun tanpa menunggu IMB jadi,” terangnya.

Baca : Investor yang Masuk ke Jateng Ternyata Segini Banyaknya

Untuk menertibkan pelaku usaha, Pemprov Jateng juga aktif melakukan penindakan. Baik yang berasal dari laporan masyarakat maupun pengawasan petugas di lapangan.

Sejak Januari hingga September 2017 terdapat 53 pengaduan masyarakat. Terbanyak pengaduan soal penyalahgunaan izin.

“Sudah 46 yang selesai ditindaklanjuti, sisanya proses. Seperti penyalahgunaan izin di Magelang, kami terjunkan inspektur tambang, ternyata terbukti dan izinnya kami cabut,” jelas Prasetyo.

Hal baru yang dicoba ialah pelayanan perizinan online agar pengurusan bisa lebih cepat dan mudah. Saat ini baru dicoba untuk lima perizinan yang bersifat administratif.  “Kami coba lima dulu misalnya rekomplit, angka pengenal import, ijin usaha simpan pinjam, dan izin genset,” pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengatakan, reformasi perizinan yang paling dibutuhkan saat ini ialah di kabupaten kota. Sebab masih banyak birokrasi di daerah yang dikeluhkan masyarakat karena prosesnya berbelit-belit dan adanya pungutan liar.

“Kalau di Pemprov saya tegaskan tidak ada pungli, yang ketahuan langsung pecat. Makanya kami mendorong agar diterapkan di kabupaten kota,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →