Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pencarian Siswa MTs Tenggelam di Sungai Lusi Grobogan Diteruskan Hingga Malam 



Reporter:    /  @ 19:00:43  /  5 Oktober 2017

    Print       Email

Tim SAR BPBD Grobogan dan sejumlah warga melakukan pencarian korban tenggelam di sungai Lusi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah melakukan pencarian hampir tiga jam, namun pencarian anak yang tenggelam di sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, belum membuahkan hasil.

Selain tim SAR BPBD Grobogan, pencarian juga dibantu sejumlah warga dengan melakukan penyelaman tradisional tanpa bantuan peralatan.

Dari pantauan di lokasi, pencarian korban masih difokuskan pada lokasi tenggelamnya siswa kelas I MTs tersebut. Satu perahu karet dikerahkan untuk menyisir radius 100 meter dari lokasi tenggelam.

Saat magrib tiba, upaya pencarian untuk sementara dihentikan. Rencananya, setelah Isak, tim SAR kembali akan menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi tenggelamnya anak bernama Bagus (13), warga setempat itu.

Baca :  GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi  Grobogan

“Tim kita minta istirahat dulu sambil mempersiapkan lampu penerangan di lokasi. Malam ini, upaya pencarian korban kita lanjutkan lagi,” Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Grobogan Budi Prihantoro.

Menurut Budi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas Pos Jepara untuk minta dukungan. “Kita tadi sudah ngontak Basarnas pos Jepara untuk bantu pencarian korban. Sementara, kita maksimalkan dulu personel yang ada untuk mencari korban tenggelam,” katanya.

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →