Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Gedung SDN 05 Sembungharjo Pulokulon Rusak, Bupati Grobogan : Didata Ulang



Reporter:    /  @ 15:53:56  /  5 Oktober 2017

    Print       Email

Ruang kelas SDN 05 Sembungharjo di Kecamatan Pulokulon masih tetap digunakan untuk kegiatan pembelajaran meski kondisinya mengenaskan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta dinas pendidikan untuk melakukan pendataan ulang terkait kondisi gedung sekolah yang saat ini masih mengalami kerusakan. Hal itu diperlukan agar perencanaan dan upaya penanganan bisa dilakukan dengan tepat.

Menurut Sri Sumarni, masih adanya gedung SD rusak parah membuatnya kaget. Soalnya, dari laporan sebelumnya, sudah tidak ada bangunan SD rusak lagi setelah SDN 01 Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon.

“Gedung SDN 01 Mlowokarangtalun sudah kita perbaiki total tahun ini. Sekarang kondisinya sudah bagus. Setelah itu, lha kok ada SD rusak parah lagi. Yakni, SDN 05 Sembungharjo yang juga ada di Kecamatan Pulokulon,” ujar Sri, Kamis (5/10/2017).

Kerusakan SDN 05 Sembungharjo itu sudah sampai pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bahkan, gubernur langsung menghubungi Sri Sumarni supaya segera menuntaskan perbaikan gedung sekolah yang masih rusak.

“Semalam, saya dihubungi pak gubernur terkait masih adanya gedung SD rusak tersebut. Masukan dari pak gubernur akan segera kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Sri menjelaskan, informasi terbaru yang diterima, jumlah ruang kelas yang rusak ternyata masih ada ratusan. Sebagian besar tingkat kerusakannya masuk kategori parah.

Terkait dengan kondisi itu, dia meminta agar dilakukan pendataan ulang serta dilengkapi data pendukung, seperti foto bangunannya. Tujuannya, supaya data itu benar-benar valid dan mencerminkan kondisi terkini.

Selain dari dana APBD, untuk perbaikan gedung sekolah rusak tersebut Sri Sumarni akan meminta dukungan dari Pemrov Jateng serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam penanganan perbaikan gedung yang rusak dalam satu sekolah harus dituntaskan.

Misalnya, dalam satu sekolah ada empat ruang yang rusak maka harus diperbaiki semua. Jangan sampai perbaikan dilakukan hanya pada satu atau dua ruang kelas saja dan sisanya diperbaiki tahun berikutnya.

“Seperti di SDN 05 Sembungharjo itu tenyata sudah ada dua ruang kelas yang diperbaiki pada tahun 2012. Ruang kelas lainnya yang kondisinya juga rusak belum tersentuh perbaikan sampai sekarang. Harusnya, perbaikan langsung dilakukan pada semua ruang kelas yang rusak sehingga bisa tuntas,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →