Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Pria Ini Ngaku Titisan Nabi Adam dan juga Cabuli ABG



   /  @ 15:17:00  /  5 Oktober 2017

    Print       Email

Polres Tegal membekuk Sutrisno (42) warga Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. (Facebook)

MuriaNewsCom, Slawi –  Polres Tegal membekuk Sutrisno, warga Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan modus mengaku sebagai guru spiritual. Tak hanya itu, pria berusia 42 tahun ini juga tengah diselidiki atas dugaan melakukan penistaan agama.

Melansir radartegal.com, pelaporan tersebut dilakukan oleh warga yang sempat menjadi pasien pengobatan tradisional yang dibuka Sutrisno sejak 2011 dan kemudian berubah menjadi pengajian mulai 2013. Pengajian tersebut diikuti hingga belasan orang.

Berdasarkan laporan yang diterima Polres Tegal, dalam pengajian itu, Sutrisno menyampaikan ajaran-ajaran yang melenceng dari ajaran agama. Warga yang tinggal di RT 27 RW 04 itu juga menyebut dirinya sebagai titisan Nabi Adam. Sutrisno diduga juga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku melakukan aksinya dengan modus mengaku sebagai guru spritual.

Perbuatan bejat pelaku dilakukan terhadap korban, EP (17) hingga berkali-kali di pekarangan rumahnya yang dijadikan pelaku sebagai tempat menerima tamu-tamu yang hendak berkonsultasi dengannya.

Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo mengatakan, pelaku ditangkap setelah korban yang merupakan tetangga pelaku melaporkan tindakan pencabulan yang dialaminya pada Senin (2/10/2017). “Setelah laporan korban kita selidiki, pelaku kita tangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dikenakan perbuatan pencabulan,” kata Heru.

Modus pelaku awalnya meminta korban yang datang ke rumahnya bersama kekasihnya, OP, untuk berhubungan intim. Setelah menyaksikan korban dan kekasihnya berhubungan intim, pelaku kemudian memaksa korban untuk berhubungan intim dengannya. “Modusnya, tersangka mengancam akan menyebarluaskan hubungan intim korban dengan pacarnya agar korban mau berhubungan intim dengannya,” ungkapnya.

Menurut Heru, berdasarkan pengakuan korban, tersangka sudah enam kali melakukan perbuatan bejatnya. Seluruhnya dilakukan di pekarangan di belakang rumah pelaku pada malam hari. “Berdasarkan laporan korban, perbuatan tersangka sudah dilakukan sejak sebelum bulan puasa lalu. Apakah ada korban lainnya, kita masih dalami,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawaban perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →