Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ribuan Warga Berebut Nasi Berkah Mbah Rogo Moyo Kudus



Reporter:    /  @ 20:10:20  /  4 Oktober 2017

    Print       Email

Ribuan warga rela berdesak-desakan demi mendapat nasi berkah haul Mbah Rogo Moyo, Rabu (4/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan warga di Kabupaten Kudus berebut nasi jangkrik atau yang dikenal juga dengan sebutan Nasi Berkah pada haul Mbah Rogo Moyo (pendiri rumah adat Kudus) di Dukuh Prokowinong, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu Kudus, Rabu (4/10/2017) sore.

Hal itu dilakukan lantaran adanya kepercayaan, nasi yang dibungkus dengan daun jati itu membawa banyak berkah setelah didoakan bersama-sama. Selain itu, banyak juga yang berebut karena penasaran dengan rasa nasi berkah tersebut.

Baca Juga: Kirab Budaya Meriahkan Haul Pendiri Rumah Adat Kudus

Salah satunya adalah Lilis, warga Desa Kaliwungu, Kudus. Dia mengungkapkan sengaja ikut berebut nasi berkah karena penasaran. Selama ini ia belum pernah memakan nasi berkah pada haul Mbah Rogo Moyo.

“Alhamdulillah dapat nasinya, ini untuk keluarga di rumah agar mendapatkan berkah dari Allah setelah di arak dalam kirab Mbah Rogo Moyo,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia percaya, dengan memakan nasi berkah akan mendapatkan keberkahan dikemudikan hari. Karena, selain momen yang langka, sebelum pembagian juga di doakan terlebih dahulu.

Hal senafa diungkapkan Mahmudah, warga Papringan Kaliwungu. Dia mau berebut nasi berkah dari kegiatan haul. Sayangnya, dia tak dapat nasi karena banyaknya yang berebut nasi berkah.

“Saya juga menginginkan nasi berkah. Sebab dipercaya kalau nasi tersebut mampu memberkahi bagi siapa saja yang memakannya. Namun karena tak dapat maka akan datang di pengajian saja,” ungkapnya.

Sementara itu, sekretaris kegiatan Feri Andriawan menyebutkan, kegiatan kirab haul Mbah Rogomoyo bukanlah puncak acara. Karena, sebelumnya ada kegiatan pameran Kaliwungu, pentas seni, jalan sehat dan ditutup dengan pengajian.

“Dalam pengajian juga dibagikan nasi berkah. Jadi yang tak dapat bisa datang ke pengajian,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

FAISOL HADI

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →