Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kapolres Pati Serahkan Bantuan Pembuatan Sumur Bor di Desa Keben



Reporter:    /  @ 15:20:48  /  4 Oktober 2017

    Print       Email

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati melakukan uji coba pemakaian bantuan sumur bor di Dukuh Bugel, Desa Keben, Tambakromo, Rabu (4/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan menyerahkan bantuan pembuatan sumur bor di Dukuh Bugel, Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu (4/10/2017).

Penyerahan itu dilakukan bersama Bupati Pati Haryanto dan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. Dukuh Bugel menjadi salah satu prioritas bantuan pembuatan sumur bor lantaran kawasan tersebut mengalami kekeringan yang cukup parah.

“Kalau kekeringan, warga Dukuh Bugel mengambil air dari sumber mata air yang jaraknya sekitar satu kilometer, dekat sungai. Karena itu, desa ini perlu mendapatkan bantuan sumur bor biar bisa digunakan untuk selamanya,” ujar AKBP Maulana.

Sebelumnya, pihaknya sudah mencoba mencari sumber mata air di Dukuh Bugel. Namun, upaya itu sempat terkendala karena tidak muncul sumber mata air saat dibor.

Beruntung, ada satu titik yang akhirnya muncul air sehingga langsung dibuat sumur bor. Dana bantuan pembuatan sumur bor sendiri berasal dari iuran para anggota kepolisian Polres Pati.

Haryanto memberikan apresiasi kepada Polres Pati yang sudah ikut berkontribusi membantu warganya di tengah kesulitan air bersih. Ke depan, pihaknya akan kembali memberi bantuan berupa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Di sini sudah ngebor berkali-kali tapi tidak muncul air, tapi ini keluar sehingga menjadi berkah. Setelah dibantu Pak Kapolres berupa sumur bor, nanti kita anggarkan untuk pamsimas karena tingkat kekeringan di sini cukup parah,” kata Haryanto.

Kepala desa setempat, Karsiman menegaskan bila sumur bor itu nantinya tidak hanya digunakan untuk warga Dukuh Bugel, tetapi juga warga daerah lain yang betul-betul membutuhkan. Hanya saja, penggunaannya memang diprioritaskan untuk penduduk setempat.

Saat ini, warga tidak lagi mengambil air bersih dari sumber yang jaraknya lebih dari satu kilometer. Rencananya, sumur bor tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, air minum, dan sebagainya.

“Bantuan sumur bor jauh lebih bermanfaat daripada sekadar bantuan air bersih. Sebab, sumur bor bisa digunakan warga secara berkelanjutan,” tandas Karsiman.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →