Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Simulasi Pembangunan Fly Over Manahan Solo, Jalur KA Ditutup Total



   /  @ 20:04:55  /  3 Oktober 2017

    Print       Email

Sejumlah pekerja mulai melakukan pembangunan flyover Manahan Solo. (Facebook)

MuriaNewsCom, Solo – Perlintasan Kereta Api (KA) Manahan, ditutup total selama 24 jam pada Rabu (4/10/2017) mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB hari berikutnya, terkait rencana pembangunan ‘fly over’ Manahan yang dijadwalkan mulai dikerjakan bulan depan.

Penutupan perlintasan sebidang disertai pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan tersebut, merupakan simulasi rekayasa manajemen lalu lintas akibat pembangunan ‘fly over’ Manahan yang dipastikan mengakibatkan penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan terdampak.

Dilansir krjogja.com, Kepala Dinas Perhubungan, Hari prihatno, kepada wartawan, di kantornya, Selasa (3/10/2017), mengungkapkan, tingkat kepadatan arus lalu lintas di perlintasan sebidang Manahan,  rata-rata mencapai 2 ribu unit per jam.

Dengan begitu, selama proses pembangunan fly over, 2 ribu unit kendaraan per jam yang biasanya melintas di perlintasan Manahan, mesti dialihkan ke ruas jalan lain, sehingga diperlukan rekayasa manajemen lalu lintas secara cermat, agar tak terjadi kemacetan.

Selama 24 jam simulasi penutupan perlintasan sebidang Manahan, jelas Hari, ruas Jalan Slamet Riyadi segmen Gedengan hingga Purwosari yang semula satu arah, diberlakukan sistem dua arah, dilengkapi rambu ‘road barier’.

Demikian halnya Jalan Hasanudin mulai dari simpang tiga Jalan Ciptomangunkusumo sampai simpang empat Pasar Nongko, dari dua arah diberlakukan untuk arus lalu lintas satu arah. Sistem satu arah, juga diberlakukan pada ruas Jalan RM said segmen Pasar Nongko hingga simpang empat pemuda, serta Jalan MT Haryono.

Sedangkan perubahan arus lalu lintas lain, diberlakukan pada ruas Jalan Hasanudin dari simpang tiga Kelurahan Punggawan hingga Jalan Soepomo menjadi dua arah, lalu Jalan KS Tubun segmen simpang empat Polresta hingga simpang tiga jalan Menteri Supeno yang semula dua arah, menjadi satu arah.

“Sedangkan Jalan Kalitan tetap diberlakukan satu arah disertai kewajiban semua kendaraan ketika memasuki kawasan Jalan Moewardi, berbelok ke kiri,” jelasnya.

Kepadatan arus lalu lintas di sekitar perlintasan sebidang Manahan, jelas Hari, memang sangat tinggi, sehingga rekayasa manajemen lalu lintas dimulai dari kawasan simpang empat Purwosari yang berjarak sekitar empat kilometer dari titik perlintasan KA Manahan.

Seluruh rambu lalu lintas terkait dengan pengalihan arus, saat ini sudah terpasang, dan saat simulasi akan ditempatkan sejumlah personal selama 24 jam penuh secara bergiliran.

Dia berharap, pada saatnya nanti perlintasan sebidang Manahan benar-benar ditutup terkait pembangunan fly over, arus lalu lintas berjalan lancar, selain pula pengguna jalan sedikit banyak mulai familiar. Meski begitu dia menyarankan, saat perlintas sebidang Manahan ditutup total selama pembangunan fly over berlangsung, masyarakat sejak awal mencari celah ruas jalan lain, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada ruas jalan tertentu.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →