Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Banyumasan  >  Artikel ini

Sabu-sabu Disimpan di Bawah Tower di Sokaraja Banyumas, Diduga dari Jaringan LP Nusakambangan



   /  @ 17:24:09  /  3 Oktober 2017

    Print       Email

Kepala BNNK Purbalingga Istantiyono didampingi Humas Awan Pratama, dan Kasi Pemberantasan Kompol Dwi Wahyu saat melakukan rilis kasus narkoba di kantor BNNK setempat. (BNNK Purbalingga)

MuriaNewsCom, Purbalingga –  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba. Kali ini, pelaku atau tersangkanya adalah Mujianto (39) warga Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga.

Kepada wartawan di Purbalingga, Selasa (3/10/2017), Kepala BNNK Purbalingga Istantiyono didampingi Humas Awan Pratama, dan Kasi Pemberantasan Kompol Dwi Wahyu mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Penangkapan Mujianto bermula dari kecurigaan petugas BNNK. Saat pelaku melintas Jalan Mayjen Sungkono, Selasa petang pekan lalu (26/9/2017). Mujianto ketika itu baru saja mengambil paket sabu-sabu yang disimpan di bawah tower milik RRI di Desa Jompo, Sokaraja, Purbalingga.

Sesampainya di sekitar bundaran air mancur Selabaya, BNNK menghadang pelaku. Petugas lantas menggeledah dan ditemukan barang bukti terbungkus plastik kecil dan tisu warna putih serta dilapisi dengan lakban warna hitam. Rupanya itu berisikan narkoba jenis sabu-sabu, dengan berat 0,41 gram atau senilai Rp 800 ribu.

Kepada petugas, pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu setelah dapat nomor kontak pengedar sabu-sabu melalui pesan berantai dan selanjutnya transaksi dilakukan dengan cara transfer sejumlah uang.

Setelah uangnya ditransfer, pengedar menjanjikan akan mengirim barang ke suatu tempat untuk diambil oleh tersangka Mujianto.

BNNK Provinsi Jawa Tengah telah menghubungi nomor pengedar sabu-sabu yang dihubungi tersangka Mujianto. Ternyata nomor ponsel masih terkait dengan jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan dari lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan.

Sejauh ini, jaringan tersebut masih mendominasi sejumlah kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap BNNK Purbalingga. Modus operandi peredaran narkoba melalui pesan berantai dari nomor yang tidak dikenal seperti dalam kasus dengan tersangka Mujiyanto, itu cukup populer. 

Oleh karena itu, BNN mengimbau masyarakat untuk melapor jika menerima pesan berantai meskipun tidak semua pesan yang diterima benar-benar menawarkan narkoba melainkan modus penipuan. Dalam beberapa kasus, ketika penerima pesan menanggapinya dengan mentransfer uang ternyata barang yang dipesan tidak sesuai dengan kesepakatan transaksi.

Tersangka Mujianto dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a KUHP, jo pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →