Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Begini Kondisi Gedung SD 5 Sambungharjo Grobogan yang Bikin Geleng-geleng Nitizen



   /  @ 16:56:15  /  3 Oktober 2017

    Print       Email

Puluhan siswa SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon belajar di bawah atap yang roboh, Selasa (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Foto dan video yang memperlihatkan gedung SD rusak menjadi bahan pembicaraan para warganet atau netizen. Hal ini terjadi setelah foto dan video gedung SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon itu diunggah beberapa pemilik akun media sosial sejak beberapa hari lalu.

Dari pantauan di lapangan, kondisi gedung yang diunggah ke medsos itu dari luar memang terlihat mengenaskan. Tembok bangunan sudah mengelupas dan dinding yang terbuat dari bahan papan tampak lapuk dimakan usia.

Di dalam ruangan kelas, kondisi ternitnya juga banyak yang copot. Meski demikian, bahan kayu jati yang dipakai konstruksi atap masih tampak kuat.

Baca Juga: Lapuk, Atap Kelas SD 3 Demaan Kudus Nyaris Timpa Siswa

Meski ruang kelas itu kondisinya kurang layak, namun sampai saat ini masih dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Puluhan murid terlihat bersemangat mengikuti pelajaran yang disampaikan gurunya.

Jumlah ruang di SDN 05 Sembungharjo itu ada tujuh unit dengan posisi bangunan berbentuk letter L. Empat ruang kelas ada disisi selatan dan tiga ruangan ada di sisi timur. Dari tujuh ruangan itu, enam untuk ruang kelas dan satu dipakai kantor.

Dari tujuh ruang yang ada, tidak semuanya rusak. Dua ruangan yang dipakai untuk siswa kelas V dan ruang guru kondisinya masih bagus karena sudah direnovasi tahun 2012 dengan anggaran Rp 139 juta.

Puluhan siswa SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon belajar di bawah atap yang roboh, Selasa (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kemudian, ada dua ruangan yang tidak dipakai karena tingkat kerusakannya sangat parah. Dua ruangan ini sebelumnya untuk kelas dan kantor guru.

Kegiatan pembelajaran saat ini dilangsungkan pada empat ruangan karena tempatnya kurang. Untuk siswa kelas V dan VI menempati ruangan sendiri.

Kemudian, siswa kelas I dan II menempati satu ruangan dan masuknya bergantian. Sedangkan siswa kelas III dan IV ditempatkan dalam satu ruangan yang dipisahkan sekat papan.

”Untuk sementara, kegiatan pembelajaran kita lakukan seperti ini. Soalnya, ruangannya memang kurang. Jumlah siswa keseluruhan ada 120 orang atau rata-rata 20 orang per kelas,” jelas Kepala Sekolah SDN 05 Sembungharjo Jumadi, Selasa (3/10/2017).

Kondisi gedung SDN 05 Sembungharjo itu berbeda jauh dengan bangunan SDN 03 Sembungarjo yang berada dalam satu komplek. Seluruh ruang kelas dan kantor SDN 03 sudah mengalami sentuhan renovasi. Jika dilihat dari jalan raya, kondisi gedung pada dua sekolahan itu terlihat kontras.

”Kalau gedung SD sebelah memang sudah direhab semua. Tetapi untuk SDN 05 baru dua ruangan saja yang direhab pada tahun 2012,” sambung Jumadi.

Menurut Jumadi, gedung yang rusak merupakan bangunan tahun 80 an. Kerusakan gedung itu sudah dilaporkan pada dinas terkait. Informasinya, tahun 2018 sudah dialokasikan anggaran untuk rehab gedung yang rusak tersebut.

“Tahun depan, gedung yang rusak akan direhab. Saya sudah dapat kepastian dari dinas,” jelasnya.

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →