Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sudah Sering Turun Hujan, BPBD Grobogan Masih Lanjutkan Droping Air Bersih



Reporter:    /  @ 15:59:30  /  2 Oktober 2017

    Print       Email

Bantuan air bersih masih terus disalurkan BPBD ke sejumlah desa yang mengalami bencana kekeringan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah sering turun hujan dalam beberapa hari terakhir, namun pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan masih tetap meneruskan kegiatan droping air bersih ke daerah bencana kekeringan. Hal itu ditegaskan Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono saat ditemui di kantornya, Senin (2/10/2017).

”Memang akhir-akhir ini sudah ada hujan. Namun, kegiatan droping tetap jalan karena masih ada permintaan,” kata Agus.

Menurut Agus, hujan yang turun akhir-akhir ini belum begitu deras. Selain itu, hujan juga belum merata ke seluruh wilayah Grobogan. Oleh sebab itu, di sejumlah desa kondisinya masih membutuhkan air bersih.

”Sudah turunnya hujan memang cukup membantu mengatasi kesulitan warga mendapatkan air bersih. Sebab, air hujan bisa ditampung dalam sumur atau sekedar untuk minum ternak. Namun, hujan ini belum bisa menghentikan bencana kekeringan,” sambungnya.

Dia menjelaskan, disejumlah desa, kondisi kekeringan sudah mulai berkurang. Yakni, di desa-desa yang wilayahnya terdapat saluran irigasi dari Waduk Kedungombo.

Sejak beberapa hari lalu, pasokan air mulai digelontorkan menuju saluran irigasi untuk persiapan musim tanam padi. Sebelumnya, pasokan air sempat dihentikan selama dua bulan karena dalam masa pengeringan dan perbaikan saluran irigasi.

Agus menjelasakan, untuk tahun ini, ada 86 desa di 12 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sejak datangnya kekeringan, pihak sudah menyalurkan lebih dari 260 tangki air bersih ke berbagai desa. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan bekerjasama dengan PDAM Grobogan.

Penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan sampai bencana kekeringan berakhir dan tidak ada permintaan dari masyarakat. Untuk penanganan kekeringan tahun ini, Pemkab Grobogan mengalokasikan dana sekitar Rp 150 juta.

”Masyarakat saya minta jangan kuatir. Kalau masih butuh bantuan air langsung hubungi BPBD. Alokasi anggaran untuk penyaluran air bersih masih mencukupi,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari 19 kecamatan yang ada, selama ini hanya empat kecamatan yang relatif aman dari bencana kekeringan. Yakni, Kecamatan Tegowanu, Klambu, Gubug dan Godong. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →