Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

Naik Bus Tingkat Gratis Muter-muter Kota Semarang



   /  @ 16:00:23  /  2 Oktober 2017

    Print       Email

Bus tingkat ‘Ayo Muter-muter Semarang’ yang melayani wisata di Kota Semarang secara gratis. (MIK Semar)

MuriaNewsCom, Semarang – Anda yang ingin berwisata di Kota Semarang kini dimanjakan dengan kehadiran bus wisata tingkat (double decker), yang mulai Senin (2/10/2017) hari ini diresmikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Bus Wisata ‘Ayo Muter-muter Semarang’ ini akan melayani wisatawan untuk keliling ke tempat-tempat wisata di ibu kota Jateng secara gratis. Pemkot Semarang membeli bus ini dengan dana APBD senilai Rp 3,5 miliar.

Hendi panggilan akrab Wali Kota Semarang, yakin bus mahal tersebut dapat memajukan pariwisata Kota Semarang. Bahkan pihaknya merencanakan untuk kembali membeli bus serupa.

” Tahun depan dianggarkan lagi supaya makin banyak, rute yang terjangkau juga makin banyak,” katanya.

Bus ini akan melayani rute Musemum Mandala Bakti-Jalan Imam Bonjol-Stasiun Poncol-Stasiun Tawang-Taman Srigunting di sini akan berhenti 15 menit. Kemudian dilanjutkan ke Jalan Pemuda-Lawang Sewu-Jalan Pandanaran-Simpang Lima-Jalan Pandanaran-Kampung Pelangi, kembali berhenti 15 menit.

Rute berikutnya yakni Sam Po Kong-Bundaran Kalibanteng-Jalan Jenderal Sudirman-Tugu Muda dan kembali ke Museum Mandala Bhakti.

Setiap hari mulai Senin-Kamis ada tiga trip, sementara Jumat-Minggu ditambah mejadi 4 trip. Yakni pagi, siang dan sore. “Biayanya gratis. Setiap hari Senin-Kamis 3 trip pagi, siang, sore. Hari libur 4 trip pagi, siang, agak sore, sore,” ujarnya.

Tidak hanya keliling ke tempat-tempat wisata dan melihatnya, di dalam bus juga disediakan pemandu wisata yang akan menjelaskan destinasi-destinasi yang dilewati.

Hendi menghimbau agar masyarakat ikut bersama merawat bus tingkat tersebut dan tidak berbuat iseng seperti mencoret-coret bus.

Pemkot Semarang juga berkeinginan sektor pariwisata di Semarang bisa semakin tumbuh dan menggeliat. Sehingga perhotelan di Semarang yang sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 300an, restoran 800an, dan pelaku wisata mencapai ribuan bisa tumbuh.

”Di Indonesia devisa yang dihasilkan dari sektor pariwisata sudah menggeser penerimaan dari migas. Jadi pariwisata saat ini cukup dominan memberikan masukan bagi bangsa ini. Nah kita berharap di Semarang juga seperti selain sinergi denga pemerintah pusat,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →