Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Cerita Ganjar Soal Lemarinya Nelson Mandela yang Penuh Batik Pekalongan



   /  @ 14:28:38  /  2 Oktober 2017

    Print       Email

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mencoba membatik. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bercerita tentang keitsimewaaan batik, terutama batik Pekalongan. Batik ini mampu memikat tokoh dunia sekelas Nelson Mandela.

Bahkan pengakuan Unesco terhadap batik sebagai salah satu warisan dunia pada Oktober 2009 silam, tak lepas dari peran mendiang presiden Afrika Selatan tersebut.

Menurut Ganjar, Nelson sangat terpikat dengan batik. Bahkan dalam berbagai kegiatannya, baik itu kegiatan resmi maupun informal, Nelson kerap mengenakan baju bermotif batik.

Menurutnya, Nelson Mandela dikenal di dunia juga salah satunya karena gaya berbusana yang khas. Bahkan pada acara-acara resmi yang digelar PBB, Nelson sering mengenakan batik.

“Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela itu satu lemari bajunya batik. Batiknya Nelson itu dari mana coba? Dari Pekalongan, Jawa Tengah, ” kata Ganjar, Senin (2/10/2017).

Ini dikatakan Ganjar saat mengajar di SMA 1 Sokaraja, Banyumas, dan momentum Hari Batik Nasional. Sekolah ini dikenal dengan sekolah batik karena sudah ditunjuk sebagai Sekolah Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (SPBKL) dan juga memiliki sanggar batik. 

Dari cerita itu, Ganjar berpesan agar generasi muda jangan hanya sekadar cinta dengan batik. Namun juga harus mendalami batik secara total dengan memahami corak batik dan kekhasannya di setiap daerah.

“Karena batik sebagai warisan bangsa yang adiluhung. Apalagi sekarang desain batik sekarang bagus-bagus dan khas, ” ujarnya.

Ia juga mengaku memiliki koleksi batik dengan berbagai corak yang khas dari berbagai daerah. Politikus PDI Perjuangan itu sering menyempatkan diri membeli batik saat berkunjung ke berbagai daerah, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jawa Tengah.

Ganjar juga senang mengenakan batik klasik, tapi kadang juga memakai batik dengan desain yang tidak biasa.

“Saya suka menikmati karya-karya anak muda yang desainnya lucu, menarik, dan aneh, apalagi sekarang di tiap daerah muncul motif-motif baru, seperti desain bambu, daun jati, kayu jati dan banyak lagi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →