Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Perhutani KPH Purwodadi Targetkan Panen Daun Kayu Putih 805 Ton



Reporter:    /  @ 11:30:42  /  2 Oktober 2017

    Print       Email

Salah satu areal tanaman kayu putih di kawasan Perhutani KPH Purwodadi yang akan dipanen tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSetelah melakukan ujicoba produksi, Perhutani KPH Purwodadi akan mulai melakukan pemanen daun kayu putih untuk diolah menjadi minyak. Rencananya, hingga penghujung tahun 2017 ini, ditargetkan panen daun kayu putih sebanyak 805 ton.

”Rencana panen atau petik daun kayu putih ini sudah kita ajukan ke Departemen Perencanaan, Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Divre Jateng. Tinggal nunggu persetujuan dan pengesahan RTT nya saja,” jelas Kasi Kelola SDH dan Persediaan KPH Purwodadi Dwi Anggoro Kasih, Senin (2/10/2017).

Dijelaskan, pohon kayu putih yang akan dipetik daunnya nanti lokasinya ada di dua BKPH. Yakni, BKPH Penganten di Kecamatan Klambu, dan BKPH Jatipohon di Kecamatan Grobogan.

Pada dua lokasi ini ada areal kayu putih seluas hampir 1.000 hektar dengan jumlah jumlah tanaman sekitar 1 juta pohon. Untuk pohon yang akan dipanen daunnya akan diseleksi dulu.

”Pohon yang ditanam usianya tidak sama. Demikian, kondisi dilapangan juga beda-beda. Jadi, untuk pohon yang bisa dipanen atau dipetik daunnya harus diseleksi dulu. Tidak bisa semuanya dipetik,” jelasnya.

Target panen daun kayu putih sebanyak 805 ton akan dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan. Yakni, dari Oktober, November dan Desember. Untuk mencapai target panen 805 ton akan diambilkan dari sekitar 400 ribu pohon.

”Asumsinya, tiap pohon hanya bisa dipanen maksimal sekitar 2 kg saja. Jadi, kalau butuh 805 ton maka jumlah pohon yang bisa dipanen sekitar 400 ribuan,” kata Anggoro.

Anggoro menyatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan uji coba produksi minyak kayu putih. Dalam uji coba itu, ada sekitar 5 ton daun yang dipetik dari 1.200 pohon kayu putih. Setelah dipetik dan ditimbang, daun itu selanjutnya dikirim ke pabrik pengolahan minyak kayu putih milik KPH Gundih untuk diproses jadi minyak kayu putih.

”Seperti kita ketahui, KPH Gundih sudah puluhan tahun memproduksi minyak kayu putih. Kebetulan, KPH Gundih ini wilayahnya juga berada di Kabupaten Grobogan. Jadi, daun kita kirim kesana karena di KPH Purwodadi belum punya alatnya,” katanya.

Setelah diproses, daun sebanyak 5 ton mampu menghasilkan 32,67 kg MKP dengan kadar rendemen 0,65 persen. MKP yang didapat bisa terjual seharga Rp 5 juta.

Uang sebanyak Rp 5 juta itu masih berupa pendapatan kotor. Setelah dikurangi berbagai biaya bisa dapat untung sekitar Rp 1,3 juta.

”Dari uji coba yang kita lakukan, ada profit margin sekitar 0,26 persen. Dari gambaran ini, bisa saya katakan kalau produksi minyak kayu putih nanti punya prospek bagus,” jelasnya.

Ditambahkan, hasil yang didapat dalam uji coba itu  belum maksimal karena tanaman yang dipetik baru berusia sekitar tiga tahun. Idealnya, pemetikan dilakukan saat tanaman sudah memasuki usia empat tahun.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →