Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

Jelang Ulang Tahunnya, Dhea Calon Praja IPDN Meninggal Mendadak saat Latihan di Akpol



   /  @ 11:11:35  /  2 Oktober 2017

    Print       Email

Dea Rahma Amanda, calon praja IPDN yang meninggal saat mengikuti latihan dasar di Akpol Semarang, Minggu (1/10/2017). (Tribunnews.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Calon praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Dhea Rahma Amanda, meninggal secara mendadak saat mengikuti latihan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Minggu (1/10/2017).

Calon praja asal Lampung itu meninggal beberapa hari sebelum ulang tahunnya. Dhea tercatat kelahiran 9 Oktober 1999. Dea diketahui mengikuti sejumlah rangkaian latihan dasar di Lapangan Resimen Akpol Semarang.

Calon praja ini telah mengikuti latihan dasar di Akpol sejak 9 September 2017 lalu, dan rencananya program tersebut bakal ditutup pada Jumat (6/10/2017) mendatang. Dan rencananya pada 17 Oktober mendatang akan dilantik menjadi praja.

Keterangan Gubernur Akpol, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, korban meninggal saat mengikuti apel pagi. Padahal sejak subuh korban terlihat cukup sehat dan sempat mengikuti rangkaian kegiatan fisik.

“Dea bersama rekan-rekannya bangun pagi pukul 04.00 WIB untuk melaksanakan salat subuh berjamaah dan dilanjutkan pengajian. Hingga pukul 07.45 WIB, Dea masih ikut makan bersama, setelah itu dia melakukan latihan fisik dengan memutari lapangan. Namun, saat berbaris di apel pagi, tiba-tiba Dhea terjatuh,” katanya dikutip dari Tribun Jateng.

Rycko menyebut, tim medis sempat memberi pertolongan pada Dea saat ambruk dan membawanya ke RS Bhayangkara. Namun nyawa gadis tersebut tidak tertolong.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan dokter menionggalnya Dea karena faktor kesehatan. Ia menyebut, sebelum mengikuti latihan korban juga mengeluh perutnya kembung kepada teman-temannya.

Sementara itu, Gubernur IPDN, Ermaya Suradinata menyebut, Dhea mempunyai rekam jejak kesehatan yang cukup baik. Menurutnya, pihaknya telah melakukan pemeirksaan kesehatan kepada seluruh calon praja.

”Pemeriksaan kesehatan dilakukan dua kali, mulai dari derah sampai saat tahapan di pusat. Sebelum dimulai kegiatan latihan pun pihak Akpol telah melakukan pemeriksaan,” ujar Ermaya di RS Bhayangkara.

Dikatakannya, pemeriksaan di daerah bekerja sama dengan Rumah Sakit Angkatan Darat dan Angkatan Laut. “Kemudian dilanjutkan di pusat dengan teknologi canggih, hasil pemeriksaan Dhea juga baik,” kata Ermaya.

Menurutnya, tahapan pelaksanaan diksar yang dilakukan bersama pihak Akpol memenuhi SOP yang berlaku. Meski demikian, tetap dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →