Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Hari Batik Nasional, Firman Kenalkan Batik Pati ke Australia



Reporter:    /  @ 10:30:13  /  2 Oktober 2017

    Print       Email

Anggota Baleg DPR RI Firman Soebagyo mengenalkan batik Pati kepada Dubes RI untuk Canberra, Australia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo mengenalkan batik tulis khas Pati saat kunjungan parlemen ke Canberra, Australia. Usai pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Karantina Kesehatan, Firman mempromosikan hasil kreasi dan budaya orang Pati berupa batik tulis.

“Batik Pati itu saya serahkan kepada Duta Besar RI di Canberra Kristianto Legowo. Saya sudah berpesan supaya batik itu dikenalkan kepada pejabat dan warga Australia,” ujar Firman, Senin (2/10/2017).

Dia menegaskan, Hari Batik Nasional harus dimanfaatkan perajin batik di Pati untuk terus mempromosikan karya batik buatannya. Terlebih, batik khas Pati punya karakter yang kental akan nilai seni dan tradisi.

Salah satu keunikan dari batik Bakaran khas Pati, antara lain motifnya yang klasik dengan ciri remekan. Corak itu, kata Firman, mengingatkan kesan yang melekat pada budaya Majapahit.

Selama ini, batik Indonesia identik dengan Jogja, Solo dan Pekalongan. Padahal, Indonesia kaya akan warisan budaya berupa batik, termasuk Pati.

“Eksistensi batik bakaran khas Pati bukan ”kemarin sore”, tapi sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu. Hanya saja, batik Pati minim publikasi sehingga yang lebih dikenal dari Solo, Jogja dan Pekalongan saja,” jelas Firman.

Karena itu, sebagai orang asli Pati, Firman selalu membawa Batik Pati saat kunjungan ke luar negeri. Termasuk saat dia memimpin delegasi kerja sama ke Atlanta, Amerika Serikat.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) itu juga mengimbau kepada anggotanya untuk tidak bosan mempromosikan batik Pati di manapun berada. Hari Batik Nasional dianggap menjadi momentum penting untuk mengenalkan batik lokal yang sarat akan nilai seni dan budayanya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →